Pages

Friday, May 20, 2011

Cerita di Sebungkus Nasi Goreng


Alhamdulillah, tadi pagi baru saja kami menyelesaikan rangkaian kegiatan, yang bagi saya pribadi seolah tidak ada habis-habisnya dalam kurun waktu 2 mingguan ini. Susul-menyusul kegiatan serta program silih berganti dari urusan kerjaan, kampus. organisasi...Rasanya badan kayak mau rontok..hahaha.. Namun Alhamdulillah semuanya berjalan dengan semestinya and i'm quite enjoy all the programs.

Namun tanpa mengecilkan rangkaian acara-acara  saya ikuti dalam beberapa hari belakangan ini, secara pribadi saya merasa acara yang ahad kemarin, yang kami gelar di IPS-UM memiliki nilai tersendiri bagi saya, yang mungkin buat orang lain boleh jadi suatu yang biasa, namun buat saya justru menyimpan nilai-nilai emosional dalam konsep "lucu". Acara tersebut seolah-olah mencoba menyimpulkan beberapa kejadian2 yang terjadi pada masa lalu saya... Anyhow, sampai sekarang saya masih tersenyum-senyum sendiri,jika mengingat rangkaian kejadian sampai dengan yang kemarin pagi itu,... Hidup ini terkadang "lucu" loh.

Pengen tahu apa acara tersebut?, dan kenapa saya menganggapnya "lucu"... ok..!kalau gitu  bacaanya silahkan dilanjutin lagi..hehe..

Sebenarx acara kemarin adalah semacam acara upgrading atau sejenis pengkaderan sebuah organisasi yang saya ikuti. Buat kawan-kawan yang familiar dengan sistem pengkaderan-pengkadera di sebuah organisasi, seperti di HMI dgn LK-1-3 nya, PII dgn LT 1-3 -nya atau Hidayatullah dengan sistem pengkaderan marhala Ula-Ali-nya.. atau organisasi yang lainya mungkin.... nah acara yang berlangsung di IPS-UM sebenarnya semacam kayak gituan, sejenis pengkaderan sekaligus upgrading yang saya ikuti bersama kawan-kawan yang affiliasinya di bawah sebuah naungan sebuah ormas islam di Indonesia.

Weitts!!... jangan salah sangka dulu, ini nggak ada kaitanx dengan NII, JIL, ISLIB, Ahmadiyah atau aliran   sesat lainya yang sering yang mengaku-ngaku Islam padahal melenceng dari ajaran Islam itu sendiri...hahaha...

Anyway guys... itu nggak usah dibahas yah!... yang pasti organisasi yang saya ikutin ini, insya Allah jauh dari hal-hal yang demikian, bahkan ormas tersebut sudah dikenal luas sebagai organisasi kemasyarakatan dengan konsep moderen serta konsisten dengan ajaran yang dibawah Rasulullah nabi Muhammad. Sebuah organisasi yang kalau melihat arti dari organisasi tersebut adalah sebagai "Pengikut Muhammad".. ormas ini dikenal luas baik di Indonesia  karena banyaknya orang-orang hebat yang beraffiliasi ke organisasi tersebut  maupun di dunia internasional yang menurut koran-koran barat sebagai the world largest islamic organisation,   berdasarkan jumlah pengikut, aset serta managemen kepengurusanya. Tanpa saya sebutkan nama organisasinya kawan-kawan pembaca blog saya pasti sudah bisa menebak nama organisasinya...hehehe...

Nah itulah dia organisasinya, lihatkan bendera warna hijaunya digambar yang disamping ini?..... Anyway kembali ke topik, sebenarx acaranya cuman sekedar upgrading pengkaderan organisasi gitu deh. Cuman yang membuat saya melabelinya "lucu" karena dalam runutan kejadian sampai kemarin itu terikut nilai-nilai emosional yang membuat saya sampai sekarang senyum-senyum sendiri. Bagaimana tidak,  dulu saya termasuk orang yang tidak mahu tahu bahkan terkesan anti, dengan hal tersebut... Namun sekarang sekarang justru terbalik, saya seolah-olah "all out" dalam mensukseskan A-Z kegiatan tersebut. Penasaran dengan apa itu atau kenapa dulu saya begitu anti akan itu.. nah begini potongan ceritanya... kita flashback dulu yah kesaman saya kuliahan S1....jreeengg!!!

Sebagai mahasiswa yang berkuliah disebuah universitas dengan label organisasi "Muhammadiyah"   yang terpasang sebelum nama kota dimana universitas tersebut berada. Begitupula di almamater saya yang bernama .."Universitas Muhammadiyah Makassar" atau Unmuh Makassar (versi kerenx sih Unismuh Makassar)... layaknya PTM-PTM lainya (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) seperti UMY-Yogyakarta, UMM-Malang.dll, universitas-universitas atau perguruan tinggi manapun di lingkup PTM pasti familiar dengan sistem pengkaderan dengan nama "Darul Arqam"  dengan 3 level yakni DAD-DAM-DAP  yang menjadi andalan pengkaderan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Nah bagi kami mahasiswa yang berada di lingkup itu, hukumnya adalah wajib diambil sebelum wisuda...hehehe.   Sebenarnya diberbagai PTM aturannya memang berbeda namun biasanya merupakan syarat wajib sebelum menamatkan bangku pendidikan di sebuah universitas yang berlabel "Muhammadiyah"...

Nah sekitar tahun 1999-2004 waktu itu masih masa-masa kuliahan di Unismuh Makassar, saya termasuk mahasiswa yang "nyeleneh" dengan melawan system yang sudah mapan di fakultas ketika itu. Yang menyatakan bahwa setiap mahasiwa FKIP  (Fak.keguruan & Ilmu Pendidikan) kalau mau berangkat PPL harus sudah ikut Darul Arqam, minimal Darul Arqam Dasar (DAD).

Waktu itu ada perang pemikiran dalam otak serta hati saya, kalau saya ingat-ingat ada 3 alasan kenapa saya bersikeras kenapa tidak mau ikut, yang endingnya saya harus berurusan dengan Kajur saya ketika itu. oke dua alasan saya akan ceritakan dsini, tapi janji yah jangan diketawaiin,..!! soalnya dulu masih sangat muda and pikiran masih pendek...hehehe

Alasan saya yang pertama .... "saya orang visual"... saya melihat dan saya mencontoh...  Itulah saya!!,...  ketika masa-masa kuliah itu saya melihat beberapa oknum kawan-kawan di IMM  selepas pengkaderan dan merasa berlabel "orang alim" cenderung merasa "lebih" dibandingkan yang lain, bahkan segelintir oknum senior cenderung "ekslusive" dengan arogansi keilmuannya.

Memang sih belum separah berapa kelompok2, sekte, liqo, yang baru lepas 1-2 atau 3 kali ikut pengajian atau baru membahas 2-3 kitab sudah merasa paling benar dan cenderung menyalah-nyalahkan yang tidak sepemahaman dengan mereka.. atau yang lebih parah kalau sampai mengkafirkan diluar kelompoknya.. kalau yang itumah parah.parah.parah..!! Nah beberapa oknum senior-senior saya sih ketika itu belum sampai seperti itu, namun sudah cukup membuat saya kurang respek akan hal tersebut.

Beberapa kali sih saya berfikir mendaftarkan diri untuk ikut "Darul Arqam" namun ketika melihat susunan kepanitian, siapa trainer atau siapa master of trainernya,... biasanya saya langsung balik kiri,.. nggak jadi mendaftar..hehehe... saya kenal kok siapa mereka2 dan keseharian mereka, and in the end jika selepas pengkaderan saya bakalan seperti "mereka" ...no thanks deh!!.. itulah pikiran saya ketika itu... emank sih saya akui itu nggak sepenuhnya benar, tapi yah namanya masih muda.. pikiran waktu itu masih sempit,.. Padahal masih banyak loh ketika itu senior2 di IMM yang 3B yakni baik betul and bersahaja, sifat2 yang saya kagumi klw berorganisasi ...haha tapi ntah knapa klw acara pengkaderan atw acara2 bareng yg senior2 aliran "kiri" yg muncul ...hahaha

Alasan saya yang kedua waktu itu saya masih "idealis".. saya nggak mau ikut2an acara-acara pengkaderan kalau hanya ikut-ikutan atau hanya ngejar seritifikatnya doang... walaupun dipaksa-paksa saya tetap nggak mau..titik!!...hahaha.. gitu deh pemikiran saya waktu itu...

Sampai akhirnya, kawan baik saya ketika itu bilang gini ..." bud.. kitakan perlu serifikatnya buat ngedaftar PPL, kalau kita nggak ikut PPL kita nggak akan bisa wisuda tahun ini"... trus saya bilang sama kawan saya, "kalau cuman ngejar sertifikatnya doang, itu yang saya justru nggak mau... ngapaiin ikut kalau cuman ngejar yang kayak gituan.. kalau mau saya bisa buat kok sertifikatnya" kata saya kepada kawan waktu itu. Memang sih nggak susah-susah amat buat saya dengan kemampuan komputer saya saat itu, lagian kerjaan sampingan saya waktu kuliahan dulu juga adalah tukang buat undangan atau sertifikat...hehehe..

Akhirnya kawan tuh bilang gini "kalau gitu buat 2 yah, satunya buat saya" sambil cengar-cengir... dan  itulah awal dari "persekongkolan jahat" ...... yang kelak akan kami sesalkan di kemudian hari...hehehe.

Awalnya sih kami nggak ketahuan.. namun karena si kawan ini mulutnya agak "ember"..wkwkwk!!... dia dengan bangga membocorkan rahasia, bahwa kami bisa lolos dengan berbekal "sertifikat" aspal..hahaha.....  teranglah yang lain juga pada pengen,... dan tak tanggung2 si kawan tanpa berfikir impaknya kedepan, dia  membagikan "hasil kerja" saya itu ke kawan-kawanya yang lain....dan akhirnya petaka pun terjadi, persekongkolan jahat kami terendus pihak fakultas...hahahaha, d

Dari laporan kawan-kawan yang masuk, ternyata ada sekitar 15 orang yang menggunakan hasil "kreativitas" salah saya itu...wadooii, banyak Amirrrr!!...

Akhirnya dengan penuh perasaan bersalah bercampur dengan rasa2 yang lainya, saya memberanikan diri menghadap (baca; menyerahkan diri..hehe) ke KAJUR PRODI... Saya berencana mengakui bahwa "otak" dari kenakalan itu adalah saya, tanpa harus menunggu penyelidikan pihak fakultas... saya harus berani mengakui hal tersebut.

Ternyata ketika itu cuman saya yang "menyerahkan diri"...hehehe. Maunya sih ada yg nemenin 1-2  orang dari 15 orang tersebut, namun ternyata tak ada satupun yang berani muncul dan mengakui....Rasanya campur-campur deh ketika itu. Sempat juga ada ketakutan akan di marah-marahin  dihukum atau bahkan disuspend,  namun apa boleh buat, saya yang berbuat maka saya yang harus bertanggung jawab, saya nggak boleh lari... apapun hukumanya kelak saya harus siap dengan segala konsekuensinya, itu kata saya dalam hati .. Maka dengan segenap keberanian yang saya punyai, menghadaplah saya ke ruangan Kajur Prodi saya.

Di ruangan Kajur Prodi (ketua jurusan program studi), saat itu ternyata lagi ramai, soalnya ada beberapa junior-junior saya yang lagi ngecek nilai-nilai mereka ,juga bertanya tentang tugasan mereka,.. Maka ngantrilah saya,.. di posisi ngantri inilah sebenarnya adalah ujian saya. Karena saat itu berkecamuk perang batin dalam diri saya,.. Apakah saya harus meneruskan niat untuk mengakui kesalahan atau berpatah arah, lari dan sembunyi... toh tidak akan ada yang tahu kalau sayalah bagian terpenting dari persekongkolan jahat itu...itulah perang bathin saya ketika itu... .

Semakin dekat giliran saya, semakin hebat pula perang batin yang terjadi dalam hati saya.... galauu..!!! rasanya mau beranjak pergi aja,.. tapi ternyata kaki dan tubuh ini konsisten tidak mau beranjak dari tempat itu... Dan akhirnya tibalah giliran saya untuk menghadap... berhadapan langsung dengan kajur prodi saya...face to face,...

Lalu dari mulutnya kajur saya keluar kalimat pertanyaan "kenapa, ada yang bisa saya bantu?" ... suara ramah dari wajah bersahaja itu, tiba-tiba menambah keberanian saya untuk mengakui kesalahan saya.... maka keluarlah dari mulut saya kalimat..." anu pak... (terhenti sejenak...#pause#)  lalu setelah menarik napas keluarlah kata-kata ini..." Saya mau mengakui kesalahan saya pak, saya yang ...  saya yang termasuk.yang tidak mau ikut DAD pak..dan bla.bla.. keluarlah beberapa pengakuan saya..."...tiba-tiba beliau langsung berdiri..... lalu melihat saya agak lama trus berkata......

"Yaa.. Sudah" dengan ramah... lalu meninggalkan saya ke masjid buat sholat Ashar.. Ini karena ketika beberapa saat setelah saya selesai dengan "pengakuan" itu dan tepat sebelum Kajur prodi saya ngomong sesuatu ...tiba-tiba.... adzan di masjid kampus yang lokasinya tepat berada didepan gedung FKIP dimana kami berada, berkumandang dengan syahdunya...hehehe.  Ternyata semesta mendukung orang2 yang mau mengakui kesalahanya....tak ada marah-marah, tak ada hukuman apalagi suspend....!!

Itulah dulu kisahnya, namun kini situasi berubah 180 derajat,.. kalau dulu saya anti dengan yang namax "darul arqam"... justru sekarang saya serasa "all out" buat acara itu. Semenjak saya diperkenalkan dengan PCIM Kuala Lumpur oleh Bang Ramadhan (baca di article sebelumx ..PCIM..The story) rasanya sekarang ber-muhammadiyah di KL ini sebagai suatu aktifitas keseharian saya.. I'm quite enjoy. ber-PCIM... Apalagi sekarang banyak kegiatan PCIM yang mengambil tempat di Univ of Malaya, maka mau tidak mau, maka kamilah  yang selalu diamanahin jadi "host" buat acara-acara tersebut, seperti acara Up Grading pengkaderan yang kemarin berlangsung di Auditorium Institut Pascasiswazah-UM (IPS-UM).

Anyhow, pada acara yang kemaren, bagi saya terasa terbaluti momen-momen bernuansa emosional...  Puncaknya ketika malam sebelum up-grading tersebut berlangsung. Rencananya upgrading kali ini akan langsung di isi oleh 3 orang tokoh PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah,...

Bagi yang akrab dengan Muhammadiyah, pasti tahu bahwa Ormas Muhammadiyah itu di pimpin oleh 14 orang pimpinan..hehehe banyak yah...! tahu nggak ? bahkan dari pucuk pimpinan di pusat (PP) sampai ranting-ranting semuax berlabel "pimpinan" loh sebenarnya...hahaha,..begitulah sikap egaliter yang nampak dari Muhammadiyah, bahwa semua orang itu setara sebenarnya... Dan malam itu saya mendapat tugas dari ketum PCIM,..  Untuk menemani salah satu dari dari ketua PP yakni Prof. Yunahar Ilyas...

Setelah membaca sms dri pak ketua PCIM, sy berkordinasi dengan kawan2 yang lain ternyata yang lainya juga sudah bergerak sesuai tugasnya masing2... ada yang menjemput ketua PP yang lain ada yang menghandle persiapan acara.dll... dan saya kebagian tugas menemani ketua PP yang datang lebih awal ke KL,..but anyhow justru karena itulah hal ini berlaku.

Dari sebuah workshop yang baru saya ikutin hari itu. Sy langsung menggeber "bumblebee" si motor kuning  ber-cc 120 produksi malaysia saya itu ke Hotel UM,... Begitu saya tiba di Rumah Universiti (hotel UM), awalnya masih ragu and nggak pedean,.. mosok sih saya yang disuruh nemanin orang sekaliber ketua PP... Mana saya belum pernah ketemu beliau sebelumnya, nggak tahu yang mana satu..

Dulu waktu ikut muktamar di jogja tempo hari cuman ngelihat dari jauh...mau ngegoogling dulu di internet biar bisa tahu wajahnya, nggak sempat lagi... akhirnya dipede-pedein aja istilahx SKSD (sok kenal sok dekat..hehehe)... Dan ketika baru mau mengetuk ruangan 307 tempat beliau tinggal, ternyata pintu langsung terbuka.... Dengan posisi tangan masih jurus bangau... didepan saya sudah berdiri seseorang dengan senyuman  ramah, walaupun saya yakin beliau juga agak sedikit kaget dengan kehadiran saya ....kok tiba-tiba muncul didepan pintunya...hehe...

Dan dengan refleks yang bagus tangan saya langsung terjulur sambil mengucapkan salam, lalu saya memperkenalkan diri...bla.bla.bla... lalu dengan ramah beliau berkata... "mari mas silahkan masuk, kita cerita didalam aja" setelah sedikit berbasa-basi serta tukar-tukaran pertanyaan, setelah itu beliau  berkata "waktunya tepat loh mas datang, saya sudah hampir keluar ke restoran"... saya cuman bisa menimpali "iya prof, syukurlah saya tidak terlambat"... lalu dia kemudian berkata " ayo mas kita kebawah kita cari makanan kecil, sambil menunggu pak Zulfan (Ketua I PCIM) datang menjemput kita buat makan malam"  ..... akhirnya saya mengekor deh ke restoran bawah..

Tapi ternyata sesampai ke resto bawah..restoranx sudah tutup..hehehe!!  karena kebetulan hari itu libur.. , lalu beliaupun berkata "kita cari pop mie yuk disana".... sambil menhajak beralih ke toko kecil yang menjual snack di samping resto itu, yang kebetulan masih bagian dari management hotel UM tersebut, namun ternyata juga pop mie yang dicari juga itu tidak ada disitu... hehehe.

Lalu si prof berkata ramah, "saya ada maag loh mas, jadi maaf harus ngisi perut tepat waktu".... lalu dengan cepat kuambil telephon genggamku dari saku dan menelpon pak Zulfan, sebenarx  malam ini kita semua berencana mau keluar makan di restoran tomyam "kak mah" yang merupakan restoran langganan Pak Din Syamsuddin (Ketum Muhammadiyah) kalau ke KL, dalam rangka menjamu sekaligus welcoming dinner ke 3 PP yang datang sebagai pemateri upgrading PCIM. Namun ternyata kedatangan Pak zulfan masih belum jelas status and posisinya karena beliau masih menunggu kedatangan ketua PP yang lainya di KL-Sentral yang akan tiba dengan menggunakan kereta express dari KLIA.

Diluar hotelpun ternyata sedang hujan. jadi tak mungkin saya mengajak keluar beliau ke K.12 tempat terdekat untuk mencari makan dari rumah university. Maka saya ambil inisiatif dengan menanyakan "Prof...boleh makan nasi goreng kan?"... dengan jawaban lugas beliau berkata "boleh, memangnya kenapa mas".... "kalau begitu prof silahkan balik ke kamar nanti saya yang belikan...." maka beliau kembali ke kamarnya dan dengan mengendarai bumblebee kesayangan saya itu, kutererobos hujan gerimis menjuu ke Kolej.12... dan berselang beberapa waktu sayapun  tiba kembali di kamar Prof.Yunahar sambil menenteng sebuah box nasi goreng ayam dan teh hangat khas Kolej.12.

Namun suatu kejadian yang tak akan mungkin kulupakan terjadi malam itu. Prof Yunahar berkata.."mas budi ikut makan yah"... sambil memotong box nasi dari streofoam itu menjadi dua bagian sebagai piring lalu berkata , "maaf mas yah, disini tidak tersedia piring jadi kita makanx pakai ini saja yah".... sembari membagi nasi gorengx menjadi 2 bagian satu bagian buat dia dan satu bagian lagi dituangangnya ke "piring" saya itu. tak berhenti disitu diapun membagi teh hangat yang saya belikan untuknya ke dalam 2 gelas lalu menyerahkanya kepada saya ..... trenyuh saya!!... seorang ketua PP dengan sangat bersahaja berbagi makan dengan saya yang bukan siapa-siapa ini.

Sembari makan, saya jadi teringat kembali kemasa-masa kuliahan dulu dimana saya termasuk yang muak dengan beberapa oknum senior-senior di IMM yang selalu merasa "lebih" dan cenderung ekslusive.  Namun malam ini, saya bersama salah seorang pucuk pimpinan Muhammadiyah justru begitu bersahaja, begitu bersahabat, dengan wajahnya yang ramah dan sifat terbukanya serta senyum yang selalu tersimpul di wajahnya. ..... Dalam hati saya terlintas fikiran '...ternyata amat jauh perbandingan antara orang-orang yang baru belajar Islam "setengah-setengah" dengan yang sudah "jadi"... Dan malam itu, satu mozaik dalam kehidupanku tersimpulkan.

Selepas makan nasi goreng "bersejarah" itu... kami lalu berdiskusi, bertukar cerita serta pengalaman, dan malam itu saya bersyukur berkesempatan mendapatkan beberapa nasehat serta tips-tips kehidupan dari beliau. Dengan gaya beliau yang bersahaja dan bersahabat ,beliau bercerita sekelumit tentang jalan cerita kehidupanya. Sampai akhirnya rombongan Ketua PCIM KL tiba di hotel UM, lalu menjemput kami menghabiskan malam itu dengan berdiskusi sambil makan "tom yam" khas di kedai kak Mah... malam itu sungguh berkesan bagi saya.. sudah dapat tips-tips kehidupan serta nasehat-nasehat bijak ....eeh dapat makan tomyam spesial lagi...hahaha.

Oiya, masih penasaran nggak bagaimana hubungan saya dengan KAJUR PRODI saya selepas "penyerahan diri" saya itu... Ternyata beliau sudah bener-benar memafkan saya sepertinya, soalnya sampai saya tamat dan diwisuda saya nggak pernah dipermasalahkanya lagi loh. Beliau ternyata seorang yang bener-bener pemaaf..hehehe

Namun akhir tahun lalu saya berkesempatan pulang ke Makassar karena ada urusan keluarga,.. Ketika saya di Makassar, saya mencoba menemuinya lagi, maksudnya sambil bersilaturahim saya mau "minta maaf" yang bener-bener kali ini.

Setelah mencari informasi dari berbagai pihak, saya baru tahu bahwa beliau sudah tidak menjabat lagi sebagai Kajur Prodi tapi sekarang sebagai "PeDe" atau pembantu dekan... Namun saya yakin kebiasaan sholat berjamaah di masjid kampus pasti masih terjaga. Maka hari itu sengaja saya sholat maghrib di masjid kampus dan akhirnya saya berkesempatan untuk bertemu.

" Assalamu alaikum, bapak masih ingat saya" sambil menyalami tanganya saya menayakan hal itu... lama dia menatap saya, lalu ia pun berkata .."siapa yah ananda?"... lalu sayapun menimpali dengan perkataan " saya dulu mahasiswa bapak".... sambil mencoba menerka-nerka namun ternyata beliau tidak dapat mengingat saya, yang sudah bertahun yang lalu meninggalkan kampus biru itu.... Saya sudah terlupakan oleh beliau ternyata... hehehe

Padahal saya dulu termasuk mahasiswa yang banyak mengambil mata kuliahnya, aktif di UKM, juga sempat  berprestasi mulai dari juara lomba makan kerupuk, tarik tambang sampai jadi peserta ujian skripsi dengan  nilai tertinggi se-FKIP (kalau nggak salah ye,..hehe) waktu dia jadi kajur  dulu.. Tapi ternyata itupun telah terlupakanya, mungkin karena sudah banyak yang mecahin rekor saya kali yah..hahaha.....

Namun ketika saya menyebutkan "saya dulu salah satu dari mahasiswa yang bapak blacklist karena nggak ikut darul arqam"... dia langsung menatap saya dalam-dalam lalu berkata " kayaknya saya sudah ingat  siapa ananda"........... hahaha,

The morale of the story ternyata "prestasi" kebandelan kita akan jauh lebih tersimpan di memori orang-orang, daripada "prestasi" kebaikan atau keberhasilan kita.... so jangan berbuat yang bandel-bandel yah..!!!...hahaha

Anyway, satu hal lagi dari mozaik kehidupan saya yang tersimpulkan kemarin itu adalah... Sebuah kepelatihan, training, workshop atau apapun namanya hanya sebuah medium yang membantu kita untuk menjadi lebih baik namun semunya kembali kediri kita masing-masing, apakah kita mau berubah menjadi lebih baik atau tidak... kalau cuman ngejar sertifikat atau piagam,.. pikir-pikirlah dahulu.....Ntar nggak barokah loh ilmunya..hehe....

Oiya ngomongin soal sertifikat, satu hal lagi yang mau saya share, bukan bermaksud "ujub" loh gambar yang diatas ini, tapi kalau ini dilihat kawan2 saya di Unismuh and senior-senior saya di IMM dulu pasti mereka pada ngiri.....wkwkwkwkwk..

Kalau dulu punya sertifikat darul arqam berjenis yang "aspal" .....hehehe kali ini sudah dapt yg asli loh,..yang kerenya lagi. Langsung salah satu dari ketua PP Muhamammadiyah yang menandatangani and nyerahin sertifikat yang "beneran" ini. kepada saya...  hahahaha... Lucukan kisah saya yang berhubungan dengan "sertifikat" darul arqam ini?..

Kuala Lumpur, Awal Mei 2011

Budi Hamuddin



0 comments: