Pages

Showing posts with label poet. Show all posts
Showing posts with label poet. Show all posts

Monday, November 3, 2008

Elegi Tanda Tanya

Seribu satu macam pertanyaan
Timbul tenggelam dalam nuansa ketakterhinggaan
Bergerak dari utara keselatan
Menghantam di timur maupun di barat
Menarik gerbong ketidaktahuan dan rasa penasaran

Seringkali muncul dalam benak kita
Mengapa harus begini?
Kenapa harus begitu?
Ada apa ini?
Kenapa mesti aku, kamu atau dia?
Haruskah ada kebaikan atau kejahatan?
Baik atau buruk?
hitam atau putih?
Atau haruskah abu-abu?

Aku tidak tahu jawabnya
Mungkin juga kamu?
Ataukah… hanya Ia yang tahu?
Maukah kita semua bertanya kepadaNya?
Atas nama rasa penasaran dan ketidaktahuan.

August.2007

Sudut Pengharapan

Sejuta mata tertuju memandang
bintang yang baru nampak’
di sudut kiri atas senja yang bergulir
bergelombang lembayung dan awan
menari kegirangan dipentas cakrawala
berlari saling berkejaran entah siapa yang didepan
ataupun yang finish terakhir

puja-puji tertuju kepada matahari yang baru terbit
sedang matahari senja telah berangsur terlupakan
derai tawa dan canda bertaluan
senyum manis tersungging di sudut bibir
alunan musik kemenangan mengalun tiada henti

dari sudut diujung pelosok negeri
pemilik bangsa ini mengirimkan pesan penuh harapan
kepada mereka yang telah ia titipkan amanat dan pengharapan
untuk membawa perubahan yang lebih nyata
dengan wajah polos seraya berkata;
"semoga lebih baik dari yang dulu"
4 Oktober 2004

Merah Putih

Secarik kain berwarna ganda
Terikat kuat diujung tertinggi sebuah tiang
Berkibar mengikuti terpaan angin sore
Seakan Ia menatap tajam kepada pelosok negeri

Merah Putih pemersatu bangsa semenjak jaman dulu
Symbol dari langkah kita
Langkah anak negeri
Negeri yang tengah bergejolak mencari jati dirinya
Yang berlari mengejar klimaks perdamaian

Ratusan tahun yang lalu
Saat kita masih bercerai berai
Sejak sumpah palapa belum berkumandang
Pernahkah terpikirkan satu symbol pemersatu
Simbol kemulian bangsa

Bergeraklah anak negeri selamatkan
Ibu pertiwi dari kenistaan yang memborok
Selamatkan kain penghangat jiwa raga bangsa ini
Secarik kain itu jangan pernah pudar oleh waktu
Dan konspirasi sekutu setan durjana.
Hanya kalian yang bisa ……..menyelamatkanya


Libry propinsi, 17-07-03