Pages

Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

Adrian Mahatma Bintang

AMB Umur 12 Jam

Ketika waktu menunjukkan jam 20.45 wib pada selasa malam tanggal 15 Januari 2013, bermulalah sebuah torehan awal catatan dari sebuah sejarah kecil tentang kelahiran seorang bayi mungil nan tampan yang menjadi bukti cinta sepasang suami istri muda bernama Budi Hamuddin dan Cathy. Tangis bayi yang masih merah dan berambut lebat itu hadir memecah malam disebuah rumah sakit bersalin bernama ”RSIA Andini” di tengah kota Pekanbaru. 
Anak yang terlahir dari hasil perjuangan hidup-mati seorang ibu muda berwajah teduh yang telah menemani keseharianku dalam kurun waktu hampir setahun sebagai istri yang sabar dan penuh pengertian. Bayi dengan berat 3.1 kg dan berjenis kelamin laki-laki itu hadir dan menghadirkan sejuta kebahagiaan bagi kami semua dimalam itu, khususnya buat istriku yang telah belasan jam berjuang melawan rasa sakit .
Selepas kuadzankan pada telinga kanannya dan iqamamah di telinga kirinya, bayi yang masih merah tersebut lantas kubisiki  ”Anakku! engkau kami beri nama Adrian Mahatma Bintang”.

Nama dengan 3  kata tersebut adalah nama yang indah menurut kami, nama yang mengandung prasyarat sebagai nama yang layak diberikan oleh orang tua kepada anaknya ketika mengakikahnya. Nama yang mengandung doa dan pengharapan serta ideologi dari kami orang tuanya semua terkandung didalamnya.
Nama yang baik, tentu mengandung doa yang baik pula. Anak kami ini bukan saja merupakan anak biologis yang lahir dari darah daging kami, tapi lebih dari itu. Anak kami adalah anak ideologis dan tumpuan harapan dan doa kami juga. Tempat kami menitip ideologi dan menebar benih masa depan setidaknya melalui sebuah doa pada nama yang kami berdua berikan.
Kata pertama dari nama anak kami ini adalah ”ADRIAN” yang berasal dari bahasa Ibrani yang berarti ”yang diberikan kesejahteraan lebih” atau lebih kurang berarti ”yang mendapat rejeki lebih dibandingkan yang lain” atau ”yang makmur sejahtera”. 
Kami berharap dalam doa yang terkandung dalam  kata pertama  dalam namanya tersebut, anak kami ini memiliki rejeki halal yang lebih, dimana kelebihan rejekinya itu ia bisa berikan kepada yang membutuhkan, dengan kata lain kami berharap kelak ia bisa menjadi ”Hartawan yang dermawan dan gemar menolong”
Kata kedua pada nama anak kami adalah ”MAHATMA”. Ketika pertama kali mendengar nama ini, mungkin kita akan segera mengaitkanya dengan seorang tokoh anti kekerasan asal India bernama Mahatma Ghandi,. Meski mirip, tapi sesungguhnya bukan nama beliau yang mengilhami nama pada suku kata kedua anak kami itu. Mahatma sejatinya berasal dari kata Atma, yang dalam bahasa sansekerta berarti Jiwa. Maka Mahatma memiliki makna ’maha jiwa’, dimana kata ini merupakan representasi kesempurnaan jiwa, yang dalam islam kita kenal sebagai ’Insan Kamil’ atau Insan sempurna, jiwa yang sempurna, jiwa yang tenang (nafs al-muthmainnah). 
Kami berharap dalam doa yang terkandung dalam  kata kedua dalam namanya tersebut, anak kami ini menjadi manusia yang seutuhnya dalam perkembangan fisik maupun jiwanya, manusia yang memiliki tingkat integrasi "kecerdasan spritual, emosional, intelektual dan psikomotorik" yang dahsyat, dengan kata lain kami berharap kelak ia bisa menjadi   ”manusia yang paripurna”
Lalu kata ketiga dalam nama anak kami adalah ”BINTANG”. yang memilik arti harfiah ”benda langit yang bersinar”. Besar harapan kami kedua orang tuamu ini kepada engkau anakku jika kelak engkau membaca tulisan ini...... bagi kami Engkau adalah suatu titipan istimewa dari langit (baca:Allah.SWT) yang  besar harapan kami kelak engkau akan "bersinar dan berpijar" dalam mengagungkan Allah.SWT sang penciptamu. Besar pula harapan kami engkau akan bersinar dan berpijar dalam kesuksesan kehidupan dunia dan akhirat. 

Nama Bintang juga diambil dari blending (baca; penggabungan) nama ayah, kakek dan kakek buyutmu agar engkau tidak pernah merasa sendiri mengejar impianmu. Ingatlah nak!!....ketika engkau melihat  kata terakhir pada namamu... yakinlah!! bahwa doa dan restu dari kami-kami ini senantiasa menyertai langkahmu  dalam menggapai cita-cita di masa depanmu.

Doa dan Harapan kami selalu bersamamu
Orang2 yang mencintaimu

Thursday, December 8, 2011

I wanna grow old with you



Beberapa waktu belakangan ini, saya sering mendapatkan kalimat2 inspiratif dari seseorang yang spesial nan jauh disana.. Seseorang yang tanpa henti mengirimkan kalimat atau kata2 yang menggugah perasaan yang kerap kali membuat hati ini tergetar. Sering kali kalimat-kalimat itu tiba disaat yang tidak disangka-sangka atau ketika hati ini tengah merindu.

kalimat-kalimat yang tentu saja tidak akan saya umbar atau saya share di blogkku ini karena kalimat serta kata-kata itu dikirimkan khusus buat saya… jadi mutlak hak milik saya, sehingga otomatis saya tidak akan berbagi kalimat-kalimat penyemangat dan penuh inspirasi tersebut dengan siapapun.he.he.heee!!

boleh dikatakan kalimat- kalimat tersebut amat sangat indah, memukau dan tepat sasaran, setiap kali saya mendapatkan kiriman kata-kata indah darinya,.. tubuh, jiwa dan hati ini terasa bersemangat.

Sedikit bocoran akan kata2 penyemangat dari si dia yang spesial nan jauh disana itu.. karena kuyakin para pembaca blog ku ini penasaran kata2 apa sih yang di kirimkanya. Kok saya begitu ngebanggain itu,.. sespesial apasih kata-kata yang dikirimkanya.. Penasaran yah!!.. kalau penasaran lanjutin bacanya,.. klau nggak bacaanya di stop disini aja…hehe

Yang penasaran, baiklah akan saya beri sedikit bocoran, kemarin pagi ketika saya tergolek lemah di UGD di sebuah rumah sakit di Makassar, karena kesehatan yang tiba-tiba drop.

Ketika kukabarkan kondisi kesehatanku itu kepadanya. Apa yang terjadi??... Setiap perkembanganku di pantaunya, setiap aksi dokter maupun suster yang mengobatikupun tak lepas dari pertanyaanya, sampai-sampai, pertanyaan berapa tensi darah, juga suhu tubuhku menjadi incaran pertanyaanya. oiya, Ia juga tak lupa menanyakan obat jenis apa yang dokter berikan kepadaku. Ia begitu “perhatian” dan “cermat” terhadap kondisiku itu, sungguh beruntungnya diriku mendaptkan tumpuan perhatianya. Suatu keberuntungan bisa menjadi orang yang ia sayangi dengan tulus.

Oiya satu hal lagi yang membuatku merasa semakin beruntung adalah kiriman kalimat “inspiratif” nan menyejukkan itu darinya. Selama saya terbaring dalam kondisi yang lemah,.. entah ada beberapa kali kalimat-kalimat yang bersifat seperti dibawah ini ia kirimkan kepadaku.

Ya Allah.. berikanlah kesembuhan serta nikmat kesehatan pada kekasih hatiku ini. . Tetap semangat, sabar dan ikhlas ya bang!!

Itu adalah 1 dari sepotong kecil dari kalimat-kalimat yang menyejukkan dan memotivasi yang kerap ia kirimkan untuk mengawal setiap situasi dan kondisiku… aaahhh betapa beruntungya diriku!!!... alhamdulillah.

Dan siang tadi, saya tiba-tiba mendapatkan lebih dari yang biasanya ia kirimkan. Siang tadi itu saya mendapatkan sebuah gambar kartun yang lucu gambar seorang kakek dan nenek. Gambar yang penuh makna implicit. Gambar yang kurasakan dan coba kuinterpretasikan adalah bagian dari pengharapanya, doanya terhadap masa depan kami. Sebuah gambar yang merupakan bagian dari cita-cita dan impianya bersamaku kelak. Gambar itu adalah gambar yang kuposting diatas  kali dan juga menjadi judul dari dari article ini.. ‘I wanna grow old with you’.

Dear blogger yang budiman, jika tulisan ini sampai pada anda, tolong doakan kami agar “I wanna grow old with you” yang boleh kita interpretasikan sebagai impian pengharapan, serta cita-cita kami, agar kami bisa bersama selamanya, rukun, damai dan sejahtera bisa terwujud.. Amin


Best wishes

Budi and Cathy

NS: 08/ILU/2011

Friday, November 25, 2011

Officially Engaged



Hanya ucapan syukur yang bisa kuucapkan ketika prosesi pemasangan cincin oleh ibuku ke jari manis Cathy selesai dilaksanakan. Prosesi pemasangan cincin tersebut merupakan bagian dalam acara “mengikat” yang dihadiri oleh dua keluarga kami,  pada hari minggu 20 November 2011 kemarin di sebuah kota kecil dipulau yang terkenal sebagai penghasil minyak

Yeah!! Resmi bertunang, atau officially engaged,  adalah statusku sekarang. Alhamdulillah. Budi Hamuddin sudah resmi bertunang dengan seorang gadis manis bermata jeli bernama Cathy.  Dan sekarang tinggal menunggu “hari” menuju kepelaminan yang semoga tidak lama lagi..amin 

Dear blogger yang budiman, .. Mungkin hanya sedikit yang bisa ku share pada tulisan kali ini, mengenai prosesi yang “mengikat” kami pada acara tersebut, yang jelas prosesi “lamaran” serta  “mengikat” tersebut berlangsung dengan lancar dan khidmat serta dalam nuansa kekeluarga yang kental...Alhamdulillah.

Yang pasti diantara rasa grogi dan canggung dalam prosesi yang dihadiri pihak dari keluarga kami berdua, baik saya maupun cathy, ternyata mampu melewati hal tersebut  dan diakhiri dengan senyuman yang manis dari kami berdua. Yeaah!! kami berbahagia, karena kami sudah resmi bertunang, dan semoga kegembiraan ini semakin sempurna dengan segeranya kami bersanding sebagai pasangan suami-istri yang berbahagia.

Namun ada satu hal yang langsung terlintas ketika ibuku memasangkan cincin kejari manis Cathy dalam prosesi pada siang hari tersebut. Yang terlintas dipikiranku adalah cincin tersebut…yah cincin yang dipasangkan ibuku dijari manis calon istriku itu, adalah impianku setahun yang lalu, sampai-sampai kutuliskan di diaryku serta kuposting di blogku dengan judul menikah.

Sebenarnya sudah ada keinginan yg kuat untuk menikah semenjak setahun belakangan ini, Walaupun ketika itu belum jelas akan menikah dengan siapa atau dimana. Makanya ketika setahun yang lalu itu saya sudah mulai memikirkan yang berkaitan dengan menikah bahkan sampai memikirkan design “cincin” pengikat jika kelak tiba saatnya. 

Dan alhamdulillah, akhirnya cincin dengan design yang sama yang kuimpikan hampir setahun yang lalu, akhirnya bisa terpasang dengan pas dijari manis Cathy si gadis manis yang dipilihkan Allah untuk dipertunangkan dengan saya dihari itu. Alhamdulillah satu lagi mozaik dri sebuah impianku yang “simple” terwujud dalam sebuah cincin berdesign minimalis yang elegan telah terpasang dijari manis seorang gadis lembut bermata jeli.

Dear Blogger yang budiman, Tolong doakan kami berdua, Budi Hamuddin dan Cathy, agar kami segera bisa naik bersanding kepelaminan dan kelak bisa membentuk pernikahan yang zakinah mawaddah wa rahmah, serta saling mencintai dunia dan akhirat.


Best wishes

Budi & Cathy


Thursday, November 3, 2011

Hadiah dari Langit




Tergetar hatiku ketika semalam mendapatkan sebuah kiriman lagu dari Rosa yang berjudul "Wanita yang kau pilih". Seseorang yang "spesial" telah mengirimkan sebuah "pesan"  yang mungkin hanya kami berdua yang mengerti sepenuhnya disebalik lyrik lagu tersebut dalam konteks kami. 

Anyhow, tatkala mendengarkan lirik lagu tersebut, terlintas pada fikiranku seseorang "spesial" nan jauh dsana sedang memikirkanku. Iya dia pasti sedang memikirkanku, di tengah-tengah kesibukanya dinasnya menolong orang ditengah malam. Sesorang yang kuanggap "spesial" itu masih menyempatkan diri untuk mengirimkan file sebuah lagu indah lewat BBM. 

Sebuah petanyaan selanjutnya muncul di layar bbm ku, yg secara singkat bisa dituliskan seperti ini "mengapa abang memilihku" ........... wahai bidadari hatiku, my lucky angel...aku tidak memilihmu.... Tuhanlah yang memilihkanmu untukku, karena engkau adalah "hadiah dari langit" untukku. Tugasku hanya menjaga dan menyayangimu, serta berusaha keras untuk bisa membahagiakanmu dimasa yang akan datang.



Kuala Lumpur... November 2011
yours,

"Lucky man"

Sunday, June 19, 2011

I LOVE YOU FULL ...Bapak ...!!!


Dear Blogger yang BUDIman


Kali ini izinkan aku untuk bercerita tentang seorang lelaki yang amat sangat berpengaruh di dalam hidupku, mungkin, postingan kali ini terkesan sentimental, namun nampaknya harus tetap kutuliskan. karena aku takut apabila cintaku hanya tercatat sebagai memory indah di sel-sel sempit otakku maka sewaktu-waktu bisa terkikis bahkan hilang seiringnya waktu berjalan. Ini adalah kisah seorang pria yang yang memiliki senyuman yang khas, tampilan sederhana, dengan sikap agak pendiam namun selalu bersahaja. Sosok pria yang mencintai Allah.SWT dan senantiasa mengajak keluarganya untuk mencintai Tuhan sang pemilik alam semesta. Sosok seorang pria yang berpendirian serta berwawasan yang luas tentang agama yang ia yakini. Sosok seorang teknokrat sekaligus pengemban tugas sebagai imam disebuah musholah mungil di pinggiran kota di Makassar sana.


Ya, ini cerita tentang seorang pria, sosok manusia kedua yang menjadi idolaku setelah Rasulullah Muhammad S.A.W. Pria ini adalah manusia biasa yang penuh dengan kesederhanaanya serta keterbatasannya sebagai manusia. Beliaulah yang mengajarkanku betapa berharganya ilmu dan akhlaq dibanding harta atau apapun didunia ini. Beliau yang tak pernah mengajarkan apa itu marah, namun mengajarkan apa itu “maaf” serta mengenalkan apa itu “sabar”… dia adalah Bapakku.. yang kuberi julukan sayang Si Kesatria Bintang Timur.

Temanku, Blog-Reader yang berBudi

Kalau mau jujur, sosok Bapak bagiku bukanlah figur favorit dari sebagian besar waktuku, khususnya saat aku kecil, setidaknya itulah yang ada dibenakku saat aku masih balita, anak-anak, remaja, dan hampir dewasa. Sosok itu sangat jauh dengan sosok ibuku yang seperti malaikat kala itu. Juga beberapa tokoh idola bagiku seperti Pak Habibie, Bung Karno, Pak JK, Sultan Hasanuddin bahkan sampai kelas penyanyi macam Iwan Fals atau Batistuta si pemain sepakbola dari Argentina. Tetapi waktu menunjukkan bagaimana beliau memposisikan dirinya jauh lebih layak dari idola-idola saya yang lain.

Sejam yang lewat saya mencoba menelpon kerumah, seperti yang biasa saya lakukan di akhir pekan semenjak merantau ini, Sekaligus ingin mengucapkan “Selamat Hari Bapak”, yang setiap hari minggu ketiga selalu dirayakan sebagai hari bapak di Malaysia, mungkin juga ditempat lain.

Namun ternyata beliau lagi sakit, namun sekali lagi sakit demam yang ia derita semenjak kemarin karena mengantarkan istri sekaligus ibu dari anak-anaknya dan terkena hujan deras tidak menghalangi ia bertanya seperti biasa tentang keadaanku serta kondisi perkuliahanku disini, sembari memberikan nasehat yang tidak banyak berubah semenjak merantau ini. Dan tahukah kawan-kawan apa 3 hal yang selalu beliau ingatkan, setiap kami tersambung di jaringan telepon? … “jaga shalat malammu, rutinkan pusa sunnahmu dan bersedekahlah kalau ada kelebihan rejekimu”, setiap berbicara dengan beliau pasti menyinggung hal-hal tersebut. Sebenarnya masih banyak hal yang sering ia ingatkan atau nasehatkan, namun nampaknya 3 hal tersebut selalu menjadi barometer spesial bagi beliau buat menilai anaknya yang jauh dari pengawasanya.

Kalau flashback kebelakang, nampaknya, hampir keseluruhan guideline hidupku, aku dapatkan dari tuntunan beliau. Seperti yang aku tuliskan di postinganku yang lalu beliaulah bintang timurku, panduanku serta patokanku dalam mengarungi hidupku yang masih sering gamang ini. Hampir setiap hobinya adalah hobiku juga. Sebagai contoh aku ini termasuk hobi bahkan “gila” membaca, karena berkat beliaulah yang mengajariku mencintai buku. Bapakku sedari kecil, rutin memberikanku buku atau membawaku liburan diakhir pekan ke perpustakaan negara membaca. mengajariku bagaimana menjadi anggota dan meminjam buku disana. Beliaulah yang memperkenalkanku dengan bacaan-bacaan cerita rakyat, legenda, kisah-kisah sejarah nabi serta para-sahabat yang sampai sekarang masih menjadi genre kegemaranku untuk dibaca. Masih kuat di ingatanku kelas satu 1 Mts saya sudah 2 kali tukar kartu keanggotaan Perpusnas saking seringnya minjam buku, juga hadiah buku bersampul tebal dari bapakku ketika masuk MTs adalah buku dengan judul 60 sahabat nabi.

Bapakku memang hobi membaca, saya fikir sebagian besar waktu luangnya adalah membaca, semua jenis bacaan bermutu ia konsumsi, ia pecinta buku sejati, penikmat sekaligus pengagum ilmu pengetahuan.

Bagiku ia sosok inspirator terbesarku selain ibuku dalam menuntut ilmu. Ia memiliki kemampuan “magis” untuk bisa menyemangati aku untuk bisa tetap belajar. Ia selalu punya cara untuk membakar semangat motivasi anak-anaknya untuk bisa belajar khususnya aku dengan cara-cara yang unik. Diantara cara-caranya yang unik ada 2 hal yang sampai sekarang amat sangat berbekas bagi aku sampai sekarang.

Ketika saya masih berumur belasan, baru tamat SD waktu itu kalau nggak salah, selepas lebaran kami sekeluarga pulang kampung kesebuah daerah yg cukup terpencil di sulawesi sana. Ketika itu bapak mengajak berziarah ke makam keluarga sebagaimana yang biasa dilakukan orang. Yang aneh waktu itu kami diajak menerobos hutan belukar agak jauh dari pekuburan umum itu. Lalu kami sampai ke sebuah dataran yang tidak begitu luas namun agak lebih tinggi. Lalu bapak berkata kepada aku dan adikku “ini dulu kawasan kampung lama nak, sebelum orang-orang pada pindah, lihat disebelah sana ada makam-makam tua.. ayo kita kesana” ucapnya... yah kami ngikut saja kemana beliau melangkah... dan tepat dibawah rerimbunan pohon-pohon mangga dan kelapa memang terdapat banyak kuburan-kuburan tua.

Namun yang namapak beda adalah 2 buah makam yang agak lebih besar dan tinggi yang berada tepat ditengah-tengah kawasan makam-makam kuno itu, lalu kamu menuju kesalah satu dari 2 makam tersebut.

“Nak coba bacakan al-fatihah buat penghuni makam ini” sambil ia pun berdiri disamping makam kuno itu dan mulai melafalkan bacaan fatihah. Lantas kami berduapun berdiri disamping bapak lalu ikutan membacakan surah tersebut. Selepas itu lalu bapak menyentuh bahu kami, sembari bertanya... Nak, kalian tahu makam siapa ini?. Aku dan adikku kompak menggelengkan kepala menandakan kami tidak tahu. Iya kami berdua memang tidak tahu milik siapa makam itu, soalnya kami belum pernah kesitu sebelumnya.

Melihat kami berdua menggelengkan kepala, bapak langsung menjawab pertanyaanya sendiri. “Namanya Tuan Guru K****a”..sambil menatap kami, lalu bapak melanjutkan perkataanya lagi “beliau seorang yang berpengetahuan agama luas, salah seorang penyebar agama islam dan menjadi guru agama buat orang-orang di kampung didaerah ini dulu”... Lalu nampak mata bapak berkaca-kaca lalu ia melanjutkan lagi kalimatnya yang terputus.."beliau adalah ***** *******”..dan akupun terdiam.

Setelah bapak berhenti dengan cerita-cerita tentang “******” itu, lalu kudatangi bapak dan bertanya...”pak, boleh nggak saya ngebacaain lagi Al-fathihah, tadi saya nggak serius”, bapak cuman tersenyum lalu mengiyakan permintaanku. 
 
Dalam perjalanan pulang dari makam itu bapak berkata yang sampai sekarang masih sering terngiang ditelinga aku...“Nak, orang berilmu dan berpengetahuan agama itu dimuliakan bukan hanya dilangit tapi juga di bumi”. Sembari tersenyum kepada kami. Senyuman khas bapakku yang masih tidak berubah sampai sekarang. 
 
Saya teramat yakin bahwa maksud bapak dengan mengajak kami ke makam kuno itu bukan untuk mengajariku mengkultuskan seorang tokoh, mengkeramatkan kuburan atau mencontohkan perbuatan syirik. Akan tetapi memberikan contoh tentang bagaimana orang berilmu pengetahuan itu diangkat derajatnya juga untuk memperkenalkan kami dengan “akar”  dari mana kami berasal.

Setahun sebelum itu juga, bapak pernah mengajak saya kesebuah tempat yang “unik”, menurut aku ketika itu. Ketika itu mengendarai vespa putih kesayanganya, ia memboncengku kesebuah gedung tua yang kayaknya sudah begitu tak terurus. Lalu kami masuk kedalam sebuah ruangan. Nampaknya di ruangan itu bapak sepertinya menyimpan banyak kenangan. Tapi di ruangan itu walaupun aku bertanya tentang tempat apa itu, bapak cuman tersenyum. Nah diperjalanan pulang kami, kami singgah di sebuah pedagang es kaki lima tak jauh dari tempat itu, sambil bapak memesankan es sirup berwarna merah untukku dan kue songkolo (nasi ketan yang dilumuri kelapa asin) bapak baru bercerita bahwa tempat tadi itu adalah ruang kelasnya waktu kuliahan dulu sambil berkata “suatu saat nanti budi juga kuliah yah nak..!!”.

Setelah agak menjelang dewasa aku baru tahu bahwa tempat itu adalah kampus Unhas lama. Kampus dimana bapakku pernah tercatat sebagai mahasiswa dijurusan teknik mesin. Nampaknya hari itu ia ingin bernostalgia dengan masa lalunya sembari menginspirasi anak lelaki tertuanya.

Dari pamanku yang juga juniornya di teknik mesin, aku banyak mendengar cerita-cerita ketika bapakku kuliah di teknik mesin Unhas. Ternyata perjuangan bapakku untuk meraih gelar insiyur itu tidaklah segampang yang kubayangkan. Ternyata ketika berkuliahan dulu sambil nge-assitensi tugas2 juniornya, bapakku juga membuat sekaligus jualan kue jalangkote, kue tradisional makassar ini bapakku jual dengan menitipkan ke warung-warung orang, tidak hanya itu beliau juga jualan bensin eceran di pinggir jalan bersama adik-adiknya. 

Bapakku memang sosok yang mandiri. Belum lagi ketika itu masa pergolakan di SUL-SEL, jadi kalau ujian mesti masuk hutan karena para dosen rata-rata lagi dihutan bersembunyi. Perjuangan yang luar biasa... Lagi-lagi dari cerita pamanku itu, aku tahu perjuangan bapakku tidaklah sia-sia. Dia berhasil menggondol gelar “ tukang insiyur” kayak si doel anak sekolahan. Dan yang lebih kerenya lagi, yang juga sumber motivasi dan inspirasi buat kami anak-anaknya, ternyata bapakku adalah orang pertama di kabupatenya yang bergelar insinyur. 

Ah,.. nampaknya jikalau harus di tuliskan semua mengenai bapakku, maka aku rasa tidaklah cukup waktu untukku menceritakan semuanya, biarlah ajarannya, motivasinya, inspirasinya, mengalir dalam darahku dan insyaALLAH kelak bisa aku teruskan untuk anak-anakku kelak dan aku hanya berdoa agar Allah memberikan kemuliaan kepada beliau dan mengasihinya sebagaimana beliau mengasihiku. Amin ya Allah.

Bapak
You believed in me and your words were the guiding light in my path to success

Selamat hari Bapak


Kuala Lumpur, 19 June 2011
Anakmu. 

Tuesday, May 31, 2011

Bintang Timur




Nak..!! coba lihat bintang yg bersinar paling terang diatas sana, seraya tanganya berherak mengalungkan sejadah merahnya ke leher yang sedari tadi ia pegang, sebelum tanganya mengarah kelangit menunjuk satu bintang diantara beberapa bintang yang nampak di malam itu.

“lihat...Itu yang namanya bintang timur”

Planet yang paling terang yang kita sebut Bintang Timur itu muncul di ufuk barat saat maghrib atau di ufuk timur saat pagi. Bintang Timur itu bintang yang memancar dengan sinar yang terang menjelang pagi ketika bintang-bintang lain tampak meredup. 
 
Sambil menatap si “bintang timur” pemuda tanggung umur belasan itu cuman bisa terdiam dan sesekali mngeluarkan suara “ooh … iya pak yah” mendengar kan penjelasan lincah yang keluar dari mulut seorang bapak awal lima puluhan itu. Jauh dilubuk hati Pemuda tanggung itu dia sangat bangga memiliki seorang bapak yang berwawasan luas, walau hanya seorang imam sebuah mushollah kecil di sebuah kompleks perumahan sebuah instansi dimana ia pernah bertugas.

Sejak malam itu, pemuda tanggung itu selalu melihat langit saat malam menyapa. Teringat sepotong cerita dari mulut seorang lelaki bersahaja yang suka tersenyum itu. Dia memang benar, bintang kejora si bintang timur adalah bintang yang paling terang. Di antara bintang-bintang yang berpendar di seluruh kanvas langit, hanya bintang kejora yang bersinar paling indah, paling terang dan mandiri. 
 
Kalau dulu beliau bilang, Kejora adalah bintang yang mandiri, kini si pemuda tanggung yang telah beranjak dewasa itu, tahu kenapa. Karena Kejora selalu sendiri, walau terpisah dari bintang-bintang yang lain tapi ia tetap melaksanakan tugasnya untuk berpendar. Tetap bersinar, tetap cemerlang, dengan sekuat tenaga yang ia punya. Tak peduli, meski sendiri. Ia tetap menyinari. Bintang Kejora, si Bintang Timur…

Bapakku, setelah bertahun-tahun kini anakmu pria tanggung yang dulu bersamamu berjalan selepas dirimu menjalankan “dinas” malammu di mushollah itu,.. kini baru tersadar, dirimulah sebenarnya si “bintang timur” bagi kami,... Dirimulah yang selama ini berpendar, bersinar dan menjadi patokan serta tempat bertanya, bagi kami anak2mu,.. dan semoga kelak aku juga bisa menjadi “bintang timur” buat anak-anakku, istriku, keluargaku, dan juga bagi bangsa dan negaraku.… amin!!



Kuala Lumpur, 31, May.2011
Memoar Anaknya Pak Hamuddin




Tuesday, April 15, 2008

Aku sayang IBU


Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:
Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
Menjaga adik Rp20.000
Membuang sampah Rp5.000
Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
Menyiram bunga Rp15.000
Menyapu Halaman Rp15.000

Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

Ongkos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS
Ongkos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
Ongkos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
Ongkos khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS
Ongkos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS

Jumlah keseluruhan nilai kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemu dian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya:

“Telah Dibayar” .

KAMU SAYANG IBUMU????