Pages

Thursday, May 3, 2012

I-City



Semalam tanpa kuberitahu terlebih dahulu, istriku kuajak ke suatu tempat yang bernama I-City. Suatu lokasi pariwisata keluarga, yang terletak di Bandar Shah Alam Malaysia. Ceritanya istriku semalam “kuculik” kesana tanpa sepengetahuanya. Soalnya kalau kuberitahu akan kubawa kesana pasti dianya “menolak”…Bersikukuh dengan janjinya yang tidak akan pergi ke I-City… dia kadung kecewa dengan tempat wisata yang menawarkan sejuta lampu-lampu itu. Pengen tahu kenapa istriku sampai kecewa dan akan menolak, kalau tahu akan dibawa kesana??... Silahkan lanjutin ngebaca ceritanya yaa..

Sebenarnya kami sudah beberapa kali merencanakan akan berwisata kesana, dan setiap kusinggung recana mengenai jalan-jalan ke I-city, binar-binar dimata istriku langsung muncul. Nampak dengan jelas istriku ingin sekali kesana. Kalau di hitung-hitung sudah ada 7 kali  kami merencanakan akan kesana namun selalu ada aja kendala mostly gara-gara Hujan dan saya mesti lembur kerja.

Sampai malam sabtu kemaren, istriku bener2 “merajuk” ketika planning kami ke I-City batal lagi. Sampai istriku berkata “adik nggak mau lagi kesana..titik”… trus kutanya “kenapa dek..?”… “selalu ada aja halangan” .. jawabnya dengan pendek… dan istriku pun melajutkan merajuknya dengan sukses …. Sampai waktu makan malam.

Memang sih kendala di sabtu malam kemaren itu diluar dugaan kami, namun berkaca dengan peristiwa yang lepas, mungkin keputusan yang kuambil untuk membatalkan rencana ke I-City ada baiknya. Berjaga-jaga, jangan sampai hal-hal yang tidak di inginkan terjadi. Dengan alasan “faktor keamanan” kubatalkan janjian “pacaran” dengan istriku hari itu.

Saat itu memang masa-masa yang mencekam di KL, karena keesokan harinya akan diadakan demonstrasi besar-besaran oleh pihak oposisi yang di gawangi oleh partai-partai diluar pemerintahan. Aura demonstrasi dengan judul “Bersih 3.0” bener-benar membuat situasi diwilayah KL sungguh tidak nyaman. Patroli serta barikade polisi dan pemblokiran jalan ada dimana-mana khususnya di daerah-daerah yang dianggap rawan.

Situasi yang sangat tidak kondusif untuk beraktifitas apalagi acara “hang-out” dengan orang-orang yang kita cintai. Sungguh tidak romantis, jika saat mau berdua-duaan dengan istri sendiri tahu-tahu di ciduk polisi…hehe.   

Satu hal lagi yang membuat saya ragu untuk keluar “pacaran” dengan istriku  saat itu adalah warna kendaraan tunggangan kami “si bumblebee” yang berwarna kuning. Yang notabene warna yang menunjukkan “atribut” para demonstran. Silap-silap kami berdua diciduk polisi Diraja Malaysia gara-gara dikira mau ikutan demonstrasi juga…wkwk

Anyway, lagi-lagi ini masalah  politik, nggak di Indonesia, nggak di M’sia. Kalau nggak setuju dengan pemerintah yaa demo. Nah kali ini di M’sia cerita versi si merah vs si kuning. Dimana Warna merah melambangkan warna pendukung pemerintah lawan warna kuning si oposisi…..Si merah akan di demo si kuning. So terpaksa hari itu kembali lagi motor kuningku itu ngetem dengan damai di rumah aja, seperti ketika demonstrasi sebelumnya  “Bersih 2.0” beberapa waktu yang lalu terjadi… mau tahu cerita kami waktu itu ..bocorannya baca disini.

Saya pribadi mah nggak setuju dengan yang namanya demo-demoan apalagi yang anarkis yang sampai ngerusak-ngerusak tapi saya lebih tidak setuju dengan yang namanya  ketidakadilan terhadap rakyat apalagi yang di demon adalah pemerintah yang korup dan tidak pro rakyat seperti di beberapa kejadian di berbagai belahan dunia saat ini, termasuk mungkin yang terjadi dinegaraku sendiri Indonesia.

Namun bagian yang membuatku tertarik dari cerita si kuning yang mendemo si merah di Malaysia kali ini adalah berita-berita yang muncul di “akhbar” atau koran/suratkabar di Malaysia 1 hari selepas “Bersih 3.0” berlangsung.

Sebagai mahasiswa linguistics University Malaya dan pemilik nilai mata kuliah CDA (critical discourse analysis) yang bisa dibanggakan…ceeile…hahaha. Phenomena pemberitaan mengenai “bersih 3.0” langsung mengusik naluri Linguist-ku.  Jadi tadi pagi langsung kubeli surat kabar yang Pro-pemerintah dan yang Pro-Oposisi. Hehe,… Hasilnya kawan-kawan pembaca pasti sudah menebak bagaimana peristiwa demonstrasi itu di beritakan…. Kalau belum bisa menebak kalau gitu lihat lagi deh digambar diatas dan baca judulnya dengan teliti, minimal sedikit banyaknya kita belajar tentang ilmu “mass media” dengan memperbandingkan 2 koran lokal dengan oplah yang besar di Malaysia. 

Prof. Dr. Farclough
Mass media seperti Koran, TV acap kali dipergunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk penggiringin/pembentukan opini karena daya jangkaunya. Jadi teringat dulu waktu belajar mata kuliah  CDA dengan Prof. Zuraidah dan Dr. Zurin yang belajar langsung dengan Farclough dedengkot CDA dan Linguist yang terkenal itu (jadi secara nggak langsung saya ini cucu murid Mr. Farclough…. Numpang terkenal aahh …hahaha)…anyhow di Mata kuliah itu saya belajar bahwa “mass media” akan selalu dipengaruhi oleh; Ideology, Policy maker serta Rating/oplah.  Jadi diperlukan critical analysis ketika melihat sesuatu bentuk discourse di mass media agar kita tidak tersesat.

Alamakkk!!,… ngapaen yah ngebahas Demo, Mass media sampai melibatkan Mata kuliah kesukaanku CDA.

Anyway yuks back to the story… Story tentang kisah “merajuk” istriku dimalam itu… Alamak, kalau ini cerita itu tersebar bisa-bisa saya kena “embargo”… hahaha. Tapi sebagai pencinta CDA dan cucu murid dari Mr. Farclough saya tetap akan bercerita tentang kisah dimalam itu.

Nampak kekecewaan dimata istriku ketika kami membatalkan rencana kesekian kalinya ke I-city, sampai-sampai terucap kalimat dia berujar “nggak akan ke I-city lagi”…. Deg.deg dueerr!!... kaget juga sih ngedenger itu langsung terucap dari mulut mungil yang sehari-harinya selalu mengatakan yang baik-baik, manis-manis khususnya kalau berhubungan dengan saya… Seperti  “abang ganteng deh”,..”Abanglah laki-laki paling ganteng no 1 di seluruh dunia” atau “I love you bang, bertubi-tubi”… dan masih banyak lagi yang lainya….hahaha....  tapi ntar dikira saya dikira narsis bin lebay stadium akut… padahal itu 100% fakta,… 

Off course dong sudah selayaknya suami atau istri kita yang menjadi “kekasih halal” yang merupakan orang yang paling cantik/ganteng dimata kita…. Kalau nggak patut dipertanyakan itu…soalnya bagiku istrikulah juga wanita paling baik, paling manis paling cantik no.1 sedunia…. Paris Hilton, revalina S temat, Anna altafunnisa aja lewat.. tetep istriku yang terbaik.

Dalam hati ketika melihat binar di mata istriku itu pudar dan berganti mata yang berkaca-kaca menahan kekecewaan (agak lebay sih..hehehe). Tapi saya sadar bahwa saya sudah membuat istriku sedih. Dan dalam hati saya langsung berjanji “saya akan secepatnya membawa istriku ke I-city"... 

Dan semalam tanpa memberitahu istriku mau kemana sebenarnya. Kubonceng istriku dengan motor kuningku ke arah luar Kuala Lumpur menuju Shah Alam. Sebenarnya sih istriku sempat nanya ketika kuajak dating keluar malam itu itu trus kubilang aja ke “Icee” buat liat bintang-bintang. Padahal kata icee itu adalah akronim samaran dari I-City tempat dimana istriku akan kubawa.

Tapi dasar istriku orangnya cerdas, dibelokan terakhir  diatas motor kuningku menuju ke I-city dia langsung bisa menebak akan di bawah kemana si doi. “kita mau ke I-city yaah bang?” tanyanya. Kufikir dia akan marah atau akan minta pulang ketika dengan jujur kujawab “iya sayang”, padahal pengen kuberi kejutan setibanya di I-city. Tapi apa yang terjadi, pegangan tanganya langsung mengetat di pinggulku, sampai sesak napasku dibuatnya, lalu istriku berkata “I love you sayang”.

And the story ended so sweet malam itu, semalamam di  I-city kami bergandengan tangan berjalan-jalan melihat begitu banyaknya lampu-lampu yang bersinar terang yang berbentuk beraneka ragam ada yang berbentuk pohon, binatang, orang,dll dan Istriku sangat menikmati malam itu. I -City atau julukanya “the City of Lights” semalam itu telah menambah binar-binar cahaya indah pantulan dari ribuan cahaya lampu di mata istriku.. Indah.

Nampak dengan jelas semalam binar-binar indah kebahagian terpancar dari matanya yang teduh, mata yang dulu dan sampai sekarang selalu menyimpan kekuatan yang "aneh" dimana setiap kutatap mata istriku, rasanya,  rasa sayang dan cintaku terhadanya semakin besar, Saya cuman bisa berucap pendek ketika ungkapan "I love you abang" keluar dari mulutnya yang indah berkali-kali,... "I love you too sayang".


Love en Honey 

Budi & Cathy

Saturday, March 10, 2012

Hepi Best Day Cathy Sayang...


Selasa 6 Maret 2012 kemaren merupakan hari ulang tahun istriku tersayang. Ada cerita nan spesial terukir yang sampai membuat istriku matanya berkaca-kaca di malam menjelang kami tidur dimalam itu. Kali ini akan saya share dengan pembaca setia blog saya ini. Cerita tentang sebuah hadiah "istimewa" yang kuberikan dengan cara yang "istimewa" juga di malam ultah istriku tersayang...Penasaran..!!.

Ceritanya bermula disini...  Disebuah tempat keramaian yang sangat terkenal sebagai tujuan para wsatawan baik lokal maupun mancanegara ketika mengunjungi Kuala Lumpur. Central Market atau lebih dikenal dengan sebutan "Pasar seni". Disinilah awal saya mendapatkan ide untuk memberikan hadiah spesial tersebut. Hadiah "unik" yang saya yakin tak akan pernah dilupakan oleh istriku tersayang.

Dear All,.. hadiah tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang mahal2 amat atau sesuatu yg susah untuk dicari namun "kesempatan" ,"originalitas ide" serta "cara" saya memberikanya ,yang menjadikan hadiah itu menjadi hadiah spesial dan "unforgettable" moment buat kami berdua, 2 sejoli yang masih mabuk ber-honeymoon-ria semakin bertambah mesra.

Oke... kembali kecerita hadiah yang kubeli di pasar senitersebut. Beberapa hari sebelum istriku tercinta berulang tahun, saya mengajaknya jalan-jalan ke kawasan pasar seni, maklum masih penganten baru, jadi hobi jalan-jalan berdua sambil sesekali bergandengan tangan di keramaian. 

Nah di kawasan pasar seni itu kami berjalan2 sambil window shopping (sambil pegangan tangan tentunya...hehe). Setelah berkeliling-keliling kami menuju sebuah stall atau kedai sebuah barang2 yang menurut saya biasa saja, tapi karena menuruti antusiaisme istriku yg nampakx penasaran dan suka banget dengan beberapa jenis barang yang ada disitu, akhirnya kami menuju ke gerai tersebut.

Di stall tersebut, istriku yang sedari tadi penasaran dengan beberapa barang yang menurutnya bagus, langsung bersemangat melihat beberapa jenis barang yang dijual disitu dan sambil menarik-narik tanganku dengan manja serta tak lupa kerlingan mata dan senyuman manisnya ia keluarkan membujukku membelikanya "barang" tersebut. Sambil berkata "ini manis loh yah,.. bunda beli yah,...satu buat ayah satu buat bunda". Lalu kutatap mata istriku dan bertanya... "bunda suka?... kulihat ia mengangguk dan tersenyum "beneran suka?"... "iya ayah, bunda suka banget".

Heehehe..!!. sedikit bocoran,.. Dulu sebelum tunangan kami berdua sudah sepakat akan saling memanggil "ayah dan bunda" jika kelak kami menikah. Alhamdulillah selepas kami di ijab kabulkan tepat sebulanan kemaren,  kami sudah membiasakan diri saling memanggil "ayah-bunda". Namun kadang juga sih kami masih menyelingi dengan panggilan abang-adik atau beberapa panggilan2 lucu plus julukan sayang masing2 (kalau yg ini mah disensor .. julukan atau panggilan sayang itu hanya kami berdua aja yang boleh tahu..hehehe).

Nah disitulah muncul ide untuk "mengerjain" istriku. "aaah..!! bunda kayak anak2 aja, ingat umur bunda"...cerocosku dengan mimik wajah agak dibuat agakketus. Tiba-tiba aja raut wajah istriku berubah, mendengar ucaoanku tersebut. Mungkin dalam fikiranya, kok suamiku bisa-bisanya ngejawab seperti itu. Sambil menarik manja tanganku sambil mencoba membujukku dengan senyumanya dengan tujuan agar saya luluh.

Tapi ideku untuk melanjutkan rencana "mengerjai" istriku tetap berjalan. Lalu kutambahin pula beberapa kalimat "ofensif" untuk semakin menunjukkan keketusanku, seperti,.."nggak mau aah punya istri kayak anak2" dan "awas loh ntar bunda berubah jadi anak kecil" maksudnya sih agar dianya cemberut. Tapi anehnya istriku itu tidak sedikitpun cemberut, hanya helaan nafas panjang aja yg kulihat ia lakukan. Lalu merangkul tanganku dan mengajakku berlalu dari stall tersebut.

Kutahu jelas bahwa istriku sangat menginginkan "barang" tersebut. Namun sengaja kubersandiwara agar ada kesan ketika barang "istimewa" tersebut kuberikan kepadanya. Rencananya untuk menambah kesan istimewanya maka barang tersebut akan kuberikan pada "saat" yang istimewa  dengan "cara" yang istimewa.

Kapankah itu ..??  yaitu 2 hari lagi tepat ketika istriku merayakan hari ulang tahunnya yang ke-26 yang jatuh tepat pada tanggal 6 Maret 2012. Ingin tahu caranya bagaimana... lanjutkan membacanya..!

Pagi D-day,.. atau pagi hari-H atau 6 Maret pagi kemaren yang bertepatan dengan hari jadi istriku.Tidak ada yang spesial sebenarnya awal hari itu. Hanya kecupan manis yang mendarat di bibir istriku ketika baru terbangun di shubuh hari sambil kuucapkan "selamat ulang tahun, sayang".  Kalaupun ada yang sedikit spesial di awal pagi itu mungkin hanya doa selepas kami sholat shubuh berjamaah yang sedikit kupanjangkan, memohon segala-segala kebaikan yg terbaik buat istriku tersayang.

Siang-nyapun berlalu dengan seprti biasa, Kami cuman melanjutkan series jalan-jalan kami mumpung masih penganten baru dan hari itu kami hanya mengunjungi rumah Pak Mahatir Muhammad mantan Perdana Menteri Malaysia di Sri Perdana. Trus mengunjungi beberapaa klinik-klinik dekat rumah demi menjalin silaturahim dengan beberapa dokter dsitu....yaah itu saja...

Sorenya-pun biasa aja,..karena kami kecapean habis dari jalan-jalan, tiba dirumah langsung tepar, tidur tahu-tahu maghrib sudah mau menjelang untung kami sudah sholat ashar baru istirahat tadi. Trus selepas itu istriku masak, klw yg ini agak lumayan spesial sih,.. Alhamdulillah kalau urusan dapur istriku ini istri yang jempolan, masakanya selaau bisa menggugah selera makanku, namun selalu yang selalu spesial adalah racikan "sambal"nya itu...luar biasa... sampai berkeringat-keringat kalau makan. ...hahaha. Lalu sayapun pamit untuk pergi "nyangkul". kebetulan hari itu ada jadwal ngasih privat.

Malam-nya itu yg luar biasa, berkesan sampai kapanpun.. kronologisnya seperti ini, Pukul 10.00.pm saya pun tiba di rumah. Kesan yang kubuat adalah seperti biasa saja. Salaman seperti biasa plus Cipika-cipiki lalu masuk kamar ganti baju dan siap-siap istrahat malam. Saya cuman sempat menyelinap sebentar sambil membawa HP si bunda ke TKP untuk mempersiapkan kejutan.

Begitu mau tidur, dan sedikit "ritual" suami-istri ..hehehe, maksudnya itu berdoa bersama sebelum tidur. selepas itu kamipun berangkulan....hehehe #sensor#. Trus sambil berangkulan kubisikin istriku.."kayaknya tadi ada pesan masuk deh di BB bunda waktu bunda ke dapur tadi kayaknya gambar, coba di cek dulu dek, mungkin penting"

Lalu dengan sedikit malas-malasan di raihnya hape-nya, trus di ceknya BB-Curve nya yang dia beli dari gaji diawal-awal ia menjadi dokter jaga di sebuah klinik kesehatan di Riau. Lalu dengan mimik setengah kaget ia pun memperlihatkan sebuah gambar kepadaku. Gambar yang ada disamping itulah gambar yang ia perlihatkan kepadaku. Dengan sedikit senyuman kukatakan "Apa bacanya sayang?".... lalu iapun membacanya dan semakin penasaran lalu tersenyum. Kulanjutkan perkataanku "bunda tahu kira-kira dibagian sebelah mana dirumah kita ini, tulisan itu berada?". Sejenak ia berfikir "kayaknya di kamar sebelah deh sayang soalnya ada setrikaanya". Kusengaja memang memasukkan "setrikaan" itu agar istriku bisa menebaknya dengan cepat.

"Bunda tunggu apa lagi ada kejutan menantimu disitu"....... Ia pun tersenyum dan segera berlalu kekamar sebelah, Kamar yang kami sebenarnya peruntukkan sebagai kamar tidur untuk tamu jika ada keluarga atau kawan-kawan yang maen ke KL. Yang jika tak digunakan selalu dipergunakan oleh istriku sebagai runag kerjanya (baca: ruang setrikaan)..hehehe

Begitu lampu kamar itu ia nyalakan, Istrikupun segera menuju ke sudut dimana ia gunakan sebagai tempat setrikaan. Lalu iapun memandang dengan raut wajah yg sangat penasaran, dengan serta merta setelah melihatku tersenyum kepadanya Ia pun menyibak kertas tersebut.....

Dan hadiah "istimewa" tersebutpun terbuka. Istrikupun meraihnya, begitu hadiah tersebut sudah berada di genggamanya dan serta merta iapun menciumnya, lalu mengalihkan pandanganya ke arahku. "terimakasih yaa bang, Adik suka"... lalu merangkulku dan menciumku......kutatap matanya, mata itu semakin indah dengan sedikit berkaca-kaca dgn airmata bahagia... Happy ending


Selamat Ulang tahun Sayang, Loving you as always
Your love

"b"


Ps;

-    Ada yang bisa nebak nggak apa hadiah yg kuberikan sama istriku??..yg benar dapat hadiah "istimewa" itu juga
- sengaja dipostingx lambat, sekalian nunggu bertepatan dengan pas sebulanya kami resmi menikah..weuw.weuw..hehehe

Saturday, February 4, 2012

B&C ...Wedding Invitation


Mohon Doa Restu
Semoga keberkahan selalu menyertai kami dalam mengarungi hidup bersama.
Dan 
Saling mencintai sampai ke syurga 


Kedua Mempelai
Budi Hamuddin (Budi) and Astuti Pratiwi (Cathy)



Our

Monday, January 23, 2012

Lunch at KLCC



Kini sudah memasuki bulan kedua saya kembali menjadi orang kantoran, semenjak kutinggalkan kerja lamaku di BESEDO, untuk pulang ke tanah air beberapa bulan yang lalu. Kini ritme sebagai orang kantoran rasanya sudah mulai bedenyut teratur kembali. Tempo kehidupan dengan jam kerja sebagai acuan sebagai orang kantoran terlewati tanpa terasa di Malaysia.

KBRI-KL atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur adalah “sawah-ladang” baru dimana aku kini “mencangkul” mencari rejeki. Hari demi haripun terlewati dan kini sudah hampir 2 bulan ini  aku tergabung dalam Tim 6P di KBRI-KL.

Tergabung di Tim 6P KBRI-KL yang dibentuk khusus untuk melayani TKI Indonesia yang illegal,  disinilah aku menemukan banyak hal-hal yang baru, berinteraksi dan berkenalan dengan banyak orang. Alhamdulillah, rasanya selama bekerja di KBRI-KL dan membantu mengurusi para TKI-TKI yang bermasalah ini, pengetahuanku bertambah dan pergaulanku juga semakin meluas.

Menjadi bagian dari Tim 6P dengan “jobdesk” membantu mereka mendapatkan dokumen resmi baik itu passport maupun SPLP (Surat Perjalanan Laksana Passport) agar mereka bisa pulang kembali ke Indonesia atau mengurus “permit kerja” di Malaysia secara sah, sungguh suatu pengalaman yang mengajarkan banyak hal bagiku pribadi. 

Mengurusi para TKI-TKI illegal yang mendapatkan pengampunan dari kerajaan Malaysia, yang jumlahnya sangat banyak memang pekerjaan yang sangat berat. Di Tim 6P inilah aku melihat betapa pihak KBRI-KL sebagai perpanjangan tangan pemerintah RI di Malaysia  bekerja extra keras atau dalam bahasa Melayunya “bertungkus-lumus” dalam membantu para orang-orang kita yang illegal yang jumlahnya ratusan ribu atau bahkan lebih. 

Jam kantoranpun di KBRI-KL ini serasa tidak exist, kalau pada umumnya jam kantoran di Malaysia ini adalah 9.am – 6pm, maka di KBRI-KL ini jam kerjanya adalah sampai orang terakhir di KBRI-KL ini terlayani, atau sampai passport terakhir tercetak.

Kawan-kawan bisa membayangkan atau jika punya masa luang jalan-jalanlah ke KBRI-KL di waktu pagi, kawan-kawan bloggermania akan melihat ribuan orang akan berantri untuk mendapatkan pelayanan di KBRI. Jadi jam kantor itu bisa sampai larut malam. Seingatku semenjak tergabung dengan Tim 6P ini, jam 21.00.pm lah jadwal pulang paling cepat bagi kami sampai saat ini.

Jam kerja yang panjang di KBRI-KL dalam mengurusi para TKI-TKI yang bermasalah tersebut, seringkali membuatku bertanya-tanya serta penasaran terhadap para staff KBRI yang sering pulang larut malam, khususnya yang sudah berkeluarga ‘bagaimana mereka membagi waktu buat keluarga mereka. Namun jawaban yang kuterima dari beberapa diantara mereka ketika iseng-iseng kutanyakan, sungguh membuatku kagum… inilah dunia kerja mas budi.. ada juga yang menjawab ini adalah amanah sekaligus sumbangsih kita terhadap Indonesia. 

Namun ada juga sih beberapa jawaban yang sempat membuatku tersenyum simpul ketika kutanyakan pertanyaan yang sama salah satunya adalah jawaban yang ini. mau di apalagi mas, si boss pulangnya paling akhir, jadi malu rasanya kalau pulang awal sambil tersenyum simpul. Memang sih dari pengamatan yang kulakukan dalam 2 bulan ini. Bapak-bapak yang berlabel ‘atasan’ di tim 6P seperti kepala atase imigrasi, pak Alwen dan 2 deputinya seperti pak Wahyu dan Pak Galih merupakan contoh atasan yang layak untuk diteladani untuk masalah kedisplinan serta kemampuan mengayomi dan memberi contoh buat para bawahanya. Kerap kali mereka kulihat sering datang lebih awal dan pulang paling akhir di kantor. 

Selain mereka bertiga ‘atasan’ diatas merekapun seperti pak Suryana Sasatradiredja sebagai ketua tim 6P sering kali menunjukkan sebagai atasan yang ‘super-care’ terhadap bawahanya sehingga terasa Tim 6P ini seperti sebuah keluarga besar yang saling mengisi, mengasah serta mengasuh. dan semuanya itu dipersembahkan untuk Indonesia.

Btw kawan-kawan ngerasa nggak tulisan saya ini nggak sinkron dengan judul diatas yah??..hehehe...Judulnya “lunch at KLCC” tapi kok yang dibahas justru kerja baruku  di KBRI..hehehe… anyway sebenarnya masih ada hubunganya sih… jadi ngebacanya jangan di stop sampai disini yaah….lanjutin biar tahu kenapa kuberi judul kayak itu

Anyway the story goes on.

Semenjak bekerja di KBRI ada beberapa kebiasaan baru yang menemani rutinitasku. Salah satunya adalah kebiasaan makan siang di Taman KLCC atau "lunch at the park".  Setiap minggu ada sekitar 2 -3 kali aku ke  KLCC buat makan siang, secara KBRI-KL dan KLCC dimana Twin towers petronas berada sangat lahdekat. Biasanya dengan mengendarai bumblebee si motor kuningku jarak yang dekat itu hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 menit untuk sampai kesitu.

Makan siang di di KLCC memang nuansanya berbeda loh… nikmatnya lain, ada kedamaian tersendiri rasanya. Tapi kawan-kawan jangan terburu-buru berfikir saya makan di food court lantai 4 KLCC atau di resto-resto mahal di sekeliling menara kembar petronas itu. Makan siang yang kumaksud disini adalah makan siang di taman KLCC dengan membawa bekal sendiri dari rumah sambil menikmati pemandangan Twin Towers dari dekat.

Rasanya hampir setiap hari saya membawa bekal makan siang dalam tupperware yang sedari pagi sudah kusiapkan sebelum berangkat ngantor. Makan siang di taman KLCC ini bukan hanya dalam rangka penghematan tapi menurutku waktu makan itu adalah waktu yang harus dinikmati dengan penuh kesukacitaan dan kedamaian. Tapi itu tak kutemukan di kantin KBRI-KL ketika jam makan siang. Rasanya ribuan orang pada waktu yang sama juga bergerombol di kantin yang tak seberapa luas itu.

Bergerombol, sesak, asap rokok dimana-mana, belum lagi bau badan TKI-TKI yang sudah ngantri berjam-jam. Rasanya kedamaian dalam menikmati makan siang itu susah untuk ditemukan di kantin KBRI-KL ketika jam makan.  Dan pernah sekali kejadian kemeja kantorku hampir tertumpahi kuah rawon yang hitam pekat, ketika merengsek masuk demi mendapatkan sepiring nasi padang.

Anyway, Saya pernah menonton sebuah film drama jepang ketika tokoh utamanya, juga membawa bekal dari rumah lalu makan di taman di dekat kantornya, nampaknya dia begitu menikmatinya. Rasanya ketika itu terlintas difikiranku juga adalah suatu saat kalau berkantor didekat taman, akan bawa bekal makan siang juga ke taman dan makan dengan penuh kedamaian

Tahu-tahu sekarang berkantor di KBRI-KL yang cuman sepelemparan batu dari taman KLCC dimana Twin towers yang merupakan Ikon utama Malaysia berada. Rasanya hepi aja kalau makan disitu ditemani burung jalak dan wisatawan-wisatawan yang mondar-mandir di taman tersebut. Rasanya bersyukur banget sebenarnya bisa makan siang di sana, kadang terfikir juga sih, para wisatawan-wisatawan itu khususnya yang berasal dari Indonesia perlu menghabiskan jutaan rupiah hanya untukdatang ke Malaysia demi bisa melihat dan foto-foto di Twin Towers tersebut. Nah saya, hampir saban hari makan siang disana..hahaha…. Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustai…


Rasanya pantaslah ucapan syukur seharusnya selalu terlintas dimulut dan hati ini, soalnya sudah begitu banyak nikmat Allah yang tercurah ke pada hamba Allah si pemilik blog yang masih sering alay and narsis ini. Kalau ngomongin makan siang di KLCC rasanya salah satu bagian paling damai selain ketika menikmati menu makanan siang dalam Tupperware sambil melihat burung2 jalak bermain-main disekitar taman tersebut adalah karena di kawasan taman tersebut ada masjid dengan design yang indah, yang kalau shalat disitu selepas menikmati makan siang rasanya hati ini semakin damai… sekali lagi nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustai….


Kuala Lumpur, January 2012

Budi Hamuddin

Monday, December 26, 2011

Cerita si Dasi Keramat



Alkisah…7 tahun yang lalu ketika akan pergi merantau meninggalkan kampung halaman yang kucintai, dan untuk pertama kalinya kutinggalkan keluargsaya untuk waktu yang sangat panjang. Masih lekang dingatanku dimalam terakhir saya di Makassar, beberapa kawan datang kerumah untuk mengucapkan farewell, ngasih oleh-oleh atau sekedar datang dan berucap semoga kelak kami bisa bertemu kembali.  hiks.hiks…kalau nginget malam itu,..jadi terharu…

Di malam itulah, salah seorang sahabatku yang bernama Andi Muhaimin atau yg biasa kami panggil Imyen Damai menghadiahkan sebuah hadiah yang sampai sekarang masih kusimpan dengan baik dan hanya kupergunakan untuk moment2 resmi di beberapa tahun  belakangan ini. Hadiahnya itu berupa sebuah dasi "keramat". Ini tak ada hubunganya dengan dasi  ber-fasilitas “jampi-jampi” atau “magic-magic”…saya hanya senang memberinya nama sebagai dasi keramat.

Kalaupun dicari alasan kenapa kukatakan sebagai dasi keramat, mungkin ada 2 hal yang menjadi alasanku, yang pertama dasi tersebut walaupun sudah “berumur” tapi warna dan bentuknya tidak berubah semenjak dasi tersebut dihadiahkan kepadsaya. Padahal dalam 7 tahun belakangan ini, sudah berapa kali dasi tersebut menemaniku berpindah-pindah, baik itu pindah-pindah tempat tinggal, pindah-pindah pekerjaan maupun pindah dari 1 kegiatan ke kegiatan yang lainya tapi dasi tersebut warna dan bentuknya tidak berubah sedikitpun, mungkin karena jarang dicuci kali yee…hahaha

Yang kedua entah kenapa kalau saya memakai dasi tersebut, bisa memberikan rasa percaya diri yang besar terhadapku. tak terhitung moment atau acara dimana dasi tersebut menemaniku melewatinya, hitung saja seperti moment ketika thesisku diujikan, menjadi pembicara di seminar atau sekedar acara organisasi ataupun pergi ke kondangan, dasi indah pemberian sahabat baikku itulah yang kerap memberiku rasa percaya diri yang lebih ketika memakainya.


Kisah perjalanan si dasi keramat bersamakupun kini merambah KBRI atau Kedutaan Republik Indonesia di Kuala Lumpur. Telah semingguan ini si dasi keramat menemaniku bekerja di kantor kedutaan Indonesia di KL. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di luar negeri, saat ini KBRI-KL merupakan kantor kedutaan paling sibuk sedunia. Sebagian besar kesibukan yang teramat sangat di KBRI-KL disebabkan oleh membludaknya para TKI-TKI dengan segala kompleksitas permasalahanya. Hal tersebut secara tidak langsung menjadikan Si dasi keramat saksi bisu, “menyedihkannya”, kehidupan para TKI-TKI illegal dan TKI-TKI legal dengan tingkat pendidikan yang rendah di Malaysia. 

Permasalahan TKI atau tenaga kerja Indonesia sangatlah kompleks, dari hulu ke hilir semuanya rentan dengan permasalahan. Permasalahan yang paling sering timbul adalah kekerasan oleh majikan, penipuan oleh agen tenaga kerja, dikerjai aparat, penipuan dokumen. dan masih banyak lagi yang lainya.

Permasalahan “mencari makan” di negeri Malaysia, dalam kurun waktu yang cukup lama dan berbagai permasalahan sosial yang tidak kunjung selesai adalah salah satu penyebab kenapa sebagian orang-orang Malaysia menganggap rendah orang-orang Indonesia. Saran saya sebagai orang yang sudah tinggal cukup lama dan berinteraksi langsung dengan berbagai strata kehidupan orang-orang Indonesia di Malaysia. Tidak usahlah datang jauh-jauh ke Malaysia, jika anda datang hanya sebagai TKI apalagi TKI yang Ilegal.

Kehidupan menjadi TKI di negeri jiran ini tidaklah semanis yang sering anda dengar. Tapi jika anda datang sebagai pelajar atau tenaga kerja professional (expatriate), Malaysia adalah tempat yang tepat dengan segala fasilitas dunia dan jaminan masa depan yang lebih baik.

Namun semoga di masa depan, permasalahan TKI di Malaysia ataupun di belahan dunia mana saja dimana ada TKI, bisa terselesaikan dengan bijak. Sehingga harkat dan martabat Indonesia yang sering dilecehkan sebagai “negeri penghasil  kuli” bisa kembali terangkat.  Peran serta kita amat sangat dibutuhkan untuk membantu saudara-saudari kita para Tenaga Kerja Indonesia, dibelahan dunia manapun mereka berada. Permasalahan TKI bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun kita semua juga harus ikut memberi sumbangsih termasuk si pemilik dasi keramat ini.

Kuala Lumpur 25 Des 2011

Budi Hamuddin

 Ps; buat bro Imyen Damai:..... "terima kasih sahabat"..mungkin dirimu sudah lupa pernah memberikan hadiah tersebut, tapi saya takkan pernah lupa, si pemberi  dasi "keramat" .

Thursday, December 8, 2011

I wanna grow old with you



Beberapa waktu belakangan ini, saya sering mendapatkan kalimat2 inspiratif dari seseorang yang spesial nan jauh disana.. Seseorang yang tanpa henti mengirimkan kalimat atau kata2 yang menggugah perasaan yang kerap kali membuat hati ini tergetar. Sering kali kalimat-kalimat itu tiba disaat yang tidak disangka-sangka atau ketika hati ini tengah merindu.

kalimat-kalimat yang tentu saja tidak akan saya umbar atau saya share di blogkku ini karena kalimat serta kata-kata itu dikirimkan khusus buat saya… jadi mutlak hak milik saya, sehingga otomatis saya tidak akan berbagi kalimat-kalimat penyemangat dan penuh inspirasi tersebut dengan siapapun.he.he.heee!!

boleh dikatakan kalimat- kalimat tersebut amat sangat indah, memukau dan tepat sasaran, setiap kali saya mendapatkan kiriman kata-kata indah darinya,.. tubuh, jiwa dan hati ini terasa bersemangat.

Sedikit bocoran akan kata2 penyemangat dari si dia yang spesial nan jauh disana itu.. karena kuyakin para pembaca blog ku ini penasaran kata2 apa sih yang di kirimkanya. Kok saya begitu ngebanggain itu,.. sespesial apasih kata-kata yang dikirimkanya.. Penasaran yah!!.. kalau penasaran lanjutin bacanya,.. klau nggak bacaanya di stop disini aja…hehe

Yang penasaran, baiklah akan saya beri sedikit bocoran, kemarin pagi ketika saya tergolek lemah di UGD di sebuah rumah sakit di Makassar, karena kesehatan yang tiba-tiba drop.

Ketika kukabarkan kondisi kesehatanku itu kepadanya. Apa yang terjadi??... Setiap perkembanganku di pantaunya, setiap aksi dokter maupun suster yang mengobatikupun tak lepas dari pertanyaanya, sampai-sampai, pertanyaan berapa tensi darah, juga suhu tubuhku menjadi incaran pertanyaanya. oiya, Ia juga tak lupa menanyakan obat jenis apa yang dokter berikan kepadaku. Ia begitu “perhatian” dan “cermat” terhadap kondisiku itu, sungguh beruntungnya diriku mendaptkan tumpuan perhatianya. Suatu keberuntungan bisa menjadi orang yang ia sayangi dengan tulus.

Oiya satu hal lagi yang membuatku merasa semakin beruntung adalah kiriman kalimat “inspiratif” nan menyejukkan itu darinya. Selama saya terbaring dalam kondisi yang lemah,.. entah ada beberapa kali kalimat-kalimat yang bersifat seperti dibawah ini ia kirimkan kepadaku.

Ya Allah.. berikanlah kesembuhan serta nikmat kesehatan pada kekasih hatiku ini. . Tetap semangat, sabar dan ikhlas ya bang!!

Itu adalah 1 dari sepotong kecil dari kalimat-kalimat yang menyejukkan dan memotivasi yang kerap ia kirimkan untuk mengawal setiap situasi dan kondisiku… aaahhh betapa beruntungya diriku!!!... alhamdulillah.

Dan siang tadi, saya tiba-tiba mendapatkan lebih dari yang biasanya ia kirimkan. Siang tadi itu saya mendapatkan sebuah gambar kartun yang lucu gambar seorang kakek dan nenek. Gambar yang penuh makna implicit. Gambar yang kurasakan dan coba kuinterpretasikan adalah bagian dari pengharapanya, doanya terhadap masa depan kami. Sebuah gambar yang merupakan bagian dari cita-cita dan impianya bersamaku kelak. Gambar itu adalah gambar yang kuposting diatas  kali dan juga menjadi judul dari dari article ini.. ‘I wanna grow old with you’.

Dear blogger yang budiman, jika tulisan ini sampai pada anda, tolong doakan kami agar “I wanna grow old with you” yang boleh kita interpretasikan sebagai impian pengharapan, serta cita-cita kami, agar kami bisa bersama selamanya, rukun, damai dan sejahtera bisa terwujud.. Amin


Best wishes

Budi and Cathy

NS: 08/ILU/2011