Pages

Monday, April 14, 2008

Tuhan Itu Tidak Ada


Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada". "Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,Adakah yang sakit??,Adakah anak terlantar??Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.

Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi." Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ?."Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!" "Tidak!" elak si konsumen.

"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan. "Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur." Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri."Cocok!" kata si konsumen menyetujui.

"Itulah point utama-nya!.

Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA ! Tapi apa yang terjadi.
orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini." Si tukang cukur terbengong !!!


#anonymous#

Untuk Apa Melukai Harga Diri Orang Lain


Peter Daniels adalah seseorang yang lain daripada yang lain, yang kehidupannya ibarat Horatio Alger.
Dilahirkan di Australia, orang tuanya adalah generasi ketiga yang hidup dari tunjangan karena miskin. Peter sekolah dasar di Adelaide.Karena masalah pembelajaran, ia kesulitan memahami serta menggabungkan kata-kata.

Konsekuensinya ia dicap bodoh oleh para guru yang entah terlalu sibuk atau kurang peduli untuk memahaminya.Seorang guru, Miss Phillips, suka menyuruh Peter berdiri di depan kelas di mana ia akan merendahkan Peter dengan berkata, "Peter Daniels, kamu anak nakal yang tidak akan pernah menjadi apa-apa." Tentu itu tidak ada manfaatnya bagi harga dirinya. Akibatnya, ia gagal dalam setiap mata pelajaran di sekolah. Salah satu pilihan karirnya yang pertama adalah menjadi tukang batu.

Beberapa tahun kemudian, menikah dengan keluarga muda, ia putuskan untuk membuka usaha sendiri. Usaha pertamanya gagal total dan dalam waktu satu tahun ia sudah kehabisan uangnya. Tidak kapok, ia melihat peluang lainnya dan menyalurkan energinya untuk menjadikannya sukses. Nasib serupa menantinya, ia sudah kehabisan uang dalam waktu delapan bulan.Dengan tekad baja untuk mengatasi kemunduran-kemunduran tersebut, Peter kembali menerjunkan dirinya ke dunia bisnis yang kompetitif, lagi-lagi kehabisan uang untuk ketiga kalinya. Sekarang ia mempunyai rekor yang sulit dipercaya: kehabisan uang tiga kali dalam waktu lima tahun. Kebanyakan orang akan menyerah pada titik ini.

Tetapi Peter Daniels tidak. Sikapnya adalah, "saya sedang belajar dan saya tidak membuat kesalahan yang sama dua kali. Ini pengalaman yang sangat baik." Meminta istrinya, Robena, untuk mendukungnya sekali lagi, ia putuskan untuk menjual real estat pemukiman maupun komersil.Suatu keterampilan yang telah diasah Peter selama bertahun-tahun adalah kemampuannya meyakinkan orang. Ia seorang promotor yang alami. Sebagian besar karena terus harus berhadapan dengan para kreditor yang menagih.

Selama sepuluh tahun berikutnya nama Peter Daniels sudah diasosiasikan dengan ril estat pemukiman maupun komersil. Lewat seleksi yang hati-hati dan negosiasi yang cerdik ia akumulasikan portfolio yang bernilai beberapa juta dolar. Sekarang ini Peter sudah menjadi pengusaha yang diakui secara internasional, yang telah menciptakan usaha-usaha sukses di banyak negara di seluruh dunia.Teman-temannya mencakup keluarga bangsawan, kepala negara, dan para penggerak serta pengguncang terkemuka di dunia komersil. Ia juga seorang pemerhati kesejahteraan sesama yang sangat bersemangat membantu sesamanya, dan yang kemurahannya telah banyak mendanai upaya Kristiani.

Peter Daniels telah menjalani hidup dari seorang anak yang gagal di sekolah menjadi multijutawan.Peter sekarang sudah menulis beberapa buku paling laris, salah satunya berjudul Miss Phillips, You Were Wrong!" Bagi Anda yang berprofesi apa pun, jangan pernah menghakimi atau melontarkan kata-kata atau kalimat yang mungkin tanpa disadari akan melukai harga diri orang lain. Apalagi yang profesinya sebagai guru atau dosen tidak lucu kan kalau suatu waktu ada murid atau mahasiswa Anda yang menulis buku dengan judul dimana kata pertamanya adalah nama Anda lalu diikuti dengan kata-kata Anda Salah! atau bahkan dituliskan nama Anda lalu diikuti dengan kata-kata Anda Salah Besar! Melukai harga diri orang lain tidak ada manfaatnya sama sekali baik bagi orang yang dilukai maupun bagi yang melukai. Akan lebih bijaksana dan bermanfaat jika orang diberikan penghargaan yang tulus.

Paul Harvey, dalam salah satu siaran radionya, "Kisah yang Tertinggal," menceritakan bagaimana penghargaan yang tulus mampu mengubah kehidupan seseorang. Dia melaporkan bahwa beberapa tahun yang lalu seorang guru di Detroit meminta Stevie Morris untuk membantunya menemukan seekor tikus yang lolos di ruang kelas. Ia menghargai kenyataan Yang Maha Kuasa telah memberi Stevie sesuatu yang tak dimiliki teman sekelasnya. Yang Maha Kuasa telah memberi Stevie sepasang telinga yang tajam untuk mengimbangi matanya yang buta. Penghargaan yang tulus untuk kedua telinganya yang luar biasa itu merupakan hal yang pertama kalinya didapatkan Stevie.

Kini, bertahun-tahun kemudian, dia berkata bahwa tindakan penghargaan ini adalah awal dari kehidupan barunya.ejak saat itu dia mengembangkan anugerah pendengarannya yang menjadikannya seorang bintang yang terkenal dengan nama Stevie Wonder yang merupakan salah seorang penyanyi pop dan penulis lagu terbesar di tahun tujuh puluhan. I Just Call to Say I Love You adalah salah satu lagunya yang sangat terkenal. Jelaslah lebih bermanfaat memberikan penghargaan tulus kepada seseorang daripada melukai harga diri orang lain. Untuk apa melukai harga diri orang lain kalau sudah jelas itu tidak bermanfaat sama sekali. Dalam bukunya 12 Simple Secreet of Happniness (Finding Joy in everyday Relationships) Glenn Van Ekeren mengatakan, dalam hubungan antar manusia dapat ditingkatkan salah satunya dengan cara memperlakukan orang lain secara bermartabat.

Less Giblin dalam bukunya Skill with People juga menegaskan bahwa setiap orang pada dasarnya ingin diperlakukan sebagai seseorang (diorangkan).Perlakukanlah orang secara bermartabat dan sangat besar kemungkinannya Anda pun akan diperlakukan secara bermartabat. Penghargaan yang jujur membawa hasil sementara kritik dan cemoohan gagal mendapatkannya. Kalau pun kritik hendaknya disampaikan, sampaikanlah dengan cara yang elegan yaitu dengan cara menyampaikan kritik tersebut secara pribadi.

Tetapi jika Anda hendak memuji atau mau mengapresiasi orang lakukan kalau perlu didepan orang banyak. Seperti yang ditegaskan oleh Mary Kay Ash, Founder of Mary Kay Cosmetics, "Everyone wants to be appreciated, so if you appreciate someone, don't keep it a secret." Ingatlah bahwa semua orang pada umumnya sangat "lapar" akan penghargaan.Berikan penghargaan yang jujur dan tulus. Kalau hal ini Anda lakukan, bahkan pengurus pemakaman pun akan menyesal tatkala Anda meninggal dunia.

Selamat Tahun Baru 2008. Salam sukses luar biasa buat Anda.

Source;  Elidjen

Bersediakah Kita Melapangkan Jalan Sang Lawan?


Melapangkan jalan bagi lawan kita. Tidak terdengar seperti gagasan yang cerdas, bukan? Orang yang mempunyai kecanggihan berpikir pasti tahu bahwa melapangkan jalan bagi lawan-lawan kita hanya akan menyebabkan kita kalah dalam persaingan. Kalaupun kita melakukannya, maka harus dipastikan terlebih dahulu bahwa jalan yang kita lapangkan untuk lawan-lawan kita itu menuju ke sebuah jurang kehancuran. Jika jalan itu menuju kepada kejayaan, mengapa mesti dilapangkan untuk sang lawan? Logika berpikir kita seharusnya justru mengatakan untuk menjegal setiap langkah lawan dijalan itu. Kita harus memastikan bahwa jalan menuju kejayaan semacam itu hanya boleh dilewati oleh kita saja. Melapangkan jalan bagi lawan kita. Agak terdengar seperti sebuah perumpamaan. Mungkin memang itu tidak lebih dari sekedar kiasan belaka. Bisa iya. Bisa tidak. Secara harfiah bisa berarti melapangkan jalan dalam arti sebenarnya. Kebalikannya, menjegal jalan lawan dalam arti sesungguhnya.

Hal semacam itu bisa terjadi juga. Mari sekarang kita lihat makna kiasannya. Dalam bisnis, organisasi, kerjaan atau politik persaingan tidak jarang diwarnai oleh saling jegal antar kompetitor. Dan rupanya, masih banyak orang yang berpikir bahwa cara terbaik untuk memenangkan persaingan adalah dengan mengalahkan lawan-lawan mereka. Logika berpikir seperti ini, sekilas ada benarnya juga. Tetapi, bagi orang-orang tercerahkan seperti Professor Chan Kim; kemenangan tidak selalu bisa diraih melalui pertarungan berdarah-darah seperti itu. Bahkan, kemenangan terbesar sebenarnya tidak terletak pada pertarungan saling mengalahkan, melainkan saling menumbuhkan rasa 'respek" satu sama lain. Melalui prinsip saling menjegal untuk mengalahkan, semua orang hanya akan memperebutkan kue kecil meski mesti berlumuran darah. Dan dengan darah itu, lautan pun bisa berubah menjadi merah. Menjadi the red ocean.Sedangkan, dengan prinsip saling melapangkan jalan untuk menumbuhkan satu sama lain; kemenangan menjadi milik semua orang. Untuk menang, kita tidak harus menumpahkan darah. Sehingga setiap orang bisa sama-sama untung pula.

Market berhasil dikembangkan, dan total bisnis menjadi semakin besar. Lautan, tidak akan menjadi keruh karena pertempuran. Airnya akan tetap terlihat biru, sebagai tanda tersimpannya potensi yang nyaris tak berbatas. Karena setiap orang yang bersedia melapangkan jalan bagi lawan-lawannya, sesungguhnya tengah berenang dalam sebuah dunia luas yang disebut blue ocean. Dan bahtera tempatnya mengarungi samudera biru itu bernama the blue ocean strategy.

Begitulah yang diajarkan oleh Profesor Kim kepada kita. Dalam hubungan antar manusia, kita juga sering melihat orang yang saling jegal. Entah karena persaingan memperebutkan calon pasangan hidup. Atau perebutan kursi kekuasaan. Atau sekedar ingin mendapatkan pujian dari atasan; orang bisa menjegal orang lain. Fanatisme terhadap seseorang atau kelompok tertentu, bisa juga menjadi penyebab lainnya. Percayalah, kita tidak akan pernah kehabisan alasan untuk menjegal lawan.

Tetapi, apakah kita mesti selalu demikian? Memberi jalan kepada lawan. Mengapa tidak? Jika setiap orang berpikiran demikian, maka didunia ini tidak akan pernah ada orang yang terjegal, lalu terjungkal. Setiap orang, justru akan mendapatkan jalan sesuai haknya masing-masing. Bahkan, ketika setiap orang saling mempersilakan lawannya untuk melintas dijalan miliknya; permusuhan berubah menjadi persaudaraan yang menghasilkan kesejahteraan bersama.Ada yang bilang; jika kita berdada lapang, orang lain bertindak curang! Mungkin bisa demikian.

Tetapi, jika dengan lapang dada itu kita mencapai kemuliaan, hingga Tuhan berkenan menyukai jalan yang kita tempuh; mengapa kita harus takut dengan kecurangan orang? Karena, konon Tuhan pernah berfirman bahwa sesungguhnya orang-orang yang berbuat curang, tidak mencurangi siapapun kecuali dirinya sendiri.

Kita tidak ingin mencurangi diri sendiri, bukan?..............Hore,Hari Baru!

Tq to; Dadang Khawari

Wednesday, April 9, 2008

Gagal Adalah Sebuah Harga Untuk Kesuksesan



Gagal, bagi sebagian orang adalah suatu kata-kata yang memalukan...hal ini terkait dengan kebiasaan masyarakat kita yang melihat sesuatu hanya hasil akhirnya saja,tanpa mau tahu proses yang harus dilalui untuk menuju apa yang telah dicapai.

Kebanyakan orang kita menginginkan sesuatu itu secara instan. Istilahnya ingin kaya tapi tidak mau susah.Paradigma seperti ini mulai saat ini harus sama-sama kita rubah ditengah masyarakat yang menginnginkan segalah sesuatu secarah instan. Ingat kegagalan adalah sebuah harga yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan.

Hal ini bukan slogan biasa...zaman telah membuktikan kepada kita, seperti yang pernah dialami oleh Thomas Alfa Edison, berapa harga yang harus dibayar oleh beliau untuk menuai satu kesuksesan besar. Jangan pernah menyerah, terus berusaha, coba dan coba terus sampai kita menemukan apa yang kita harapkan.

Jangan pernah berhenti, karena berhenti berarti mati.Selamat mencoba, maju terus dan pantang menyerah, biarkan orang memandang kita seperti apa...jangan malu oleh kegagalan yang kita peroleh...jadikan kegagalan itu sebagai guru kita yang paling berharga, untuk menuju kesuksesan

Don't Stop Study


Kita dilahirkan ke dunia telanjang bulat, tanpa membawa apa-apa. Pertama kali kita hadir di dunia ini, kita hanya bisa menangis, dan disambut dengan senyum dan tawa bahagia orang tua dan keluarga yang menanti kehadiran kita. Kalau kita lahir langsung tertawa, mungkin ibu kita orang pertama yang akan jatuh pingsan. Hari demi hari berlalu, kita mulai bisa tengkurap, merangkak, berdiri, dan melalui perjuangan yang penuh dengan jatuh bangun, akhirnya kita bisa berjalan.

Pada awalnya kita tidak bisa apa-apa, namun karena kita belajar berjalan, kita menjadi bisa berjalan. Awalnya kita tidak bisa bicara, bisanya menangis jika kita lapar dan menginginkan sesuatu lainnya; dengan belajar bicara, kita sekarang jadi pandai bicara, bahkan banyak yang bicaranya ngacau… Awalnya kita tidak bisa baca tulis, lalu kita pergi ke sekolah dan belajar baca tulis, sekarang kita sudah pandai baca tulis. Jadi, pada mulanya kita tidak bisa, tapi dengan belajar sekarang kita menjadi bisa. Kata kuncinya adalah belajar.

Selanjutnya, setelah kita dewasa, kita pun berjuang pantang menyerah untuk meraih cita-cita kita. Ada yang berhasil meraih cita-cita yang diimpikannya dan ada juga yang tidak atau belum berhasil. Yang telah berhasil mewujudkan cita-cita atau impiannya biasanya disebut orang sukses. Paling tidak sukses menurut definisinya sendiri. Apalagi kalau hartanya melimpah ruah, pasti orang-orang di sekelilingnya menyebut dia itu “orang sukses”. Ya memang benar sih, paling tidak dia memang telah sukses secara materi walau makna kesuksesan yang sejati tidak melulu menyangkut materi. Kabar buruknya adalah hanya sedikit orang yang menikmati karunia sukses itu, atau dengan kata lain sebagian besar populasi kita masih belum berhasil (kalau enggan disebut gagal) meraih apa yang diimpikannya atau sebut saja dengan kata “sukses”.

Lalu sekarang, ramai-ramai orang berpacu mengejar sukses. Walau mungkin ada di antara yang ikut pacuan itu belum mengerti apa yang ia kejar dan bertanya pada peserta lainnya, “Maaf, boleh nanya. Kita kan sedang berpacu mengejar sukses. Sebenarnya sukses itu apa?”Dengan kesal peserta itu menjawab, “Kamu ini gimana, masa sukses saja nggak tahu. Lha wong saya juga nggak tahu…”

Ha..ha..ha.., ini hanya bercanda. Pesan moral dari cuplikan di atas adalah sebenarnya ada atau banyak di antara kita yang sebenarnya belum memahami makna kesuksesan yang sesungguhnya menurut definisi kita sendiri berdasarkan suara hati kita yang terdalam (inner voice). Lalu, bagaimana kita akan mengejar sesuatu yang belum jelas? Bagaimana kita akan mewujudkan mimpi kita jika mimpi itu masih kabur?

Maka sebagai langkah awal, kita harus mengenal siapa diri kita yang sesungguhnya, mengetahui tujuan hidup kita yang tertinggi, dan mengetahui misi hidup kita di dunia ini.

Kemudian sekarang pertanyaannya adalah apakah kesuksesan bisa dipelajari? Jawabannya adalah ya, kesuksesan bisa dipelajari. Banyak para ahli dan peneliti yang sudah merumuskan filosofi-filosofi untuk meraih kesuksesan lewat penelitian yang panjang dari pengalaman orang-orang sukses di dunia. Banyak juga kita jumpai buku-buku motivasi dan rahasia sukses yang ditulis oleh para pakar dan para ahli di bidangnya.

Di antara folosofi kesuksesan itu antara lain menyebutkan, jika ingin sukses kita harus :

Memiliki tujuan hidup yang pasti,
Membina kepribadian yang menarik,
Membangun sikap mental positif,
Mengendalikan pikiran dan semangat,
Belajar dari kekalahan dan kegagalan,
dan masih banyak lagi.

Bayak sekali rumus dan hal positif yang mereka tuliskan untuk pencapaian sukses. Namun semua itu tidaklah mudah untuk dilakukan. Terrtama kalau satu bagian dari diri kita belum terprogram untuk melakukan hal itu. Kita bisa saja melaksanakan petunjuk yang disebutkan dalam buku-buku rahasia meraih sukses tersebut tapi hal itu biasanya berjalan tidak lama dan kita kembali pada kebiasaan semula. Sekali lagi ini terjadi karena satu bagian yang amat menentukan dalam diri kita belum terprogram untuk hal itu.
Apakah bagian diri kita itu? Bagian diri kita tersebut sekaligus menjadi jawaban pertanyaan di atas tidak lain dan tidak bukan adalah pikiran kita. Lebih tepatnya pikiran bawah sadar kita. Karena pengaruh pikiran bawah sadar terhadap diri kita 9 kali lebih kuat dari pikiran sadar. Ada sebuah buku yang sangat bagus yang menjelaskan rahasia ini, judulnya Manage Your Mind For Success karya Adi W. Gunawan dan Ariesandi Setyono. Inti yang menjadi pembahasan adalah kesuksesan dan kualitas hidup kita ternyata tergantung dari kualitas berpikir kita. Dan ternyatanya lagi kualitas berpikir kita tidak mungkin positif dan bertambah baik tanpa belajar. Sebuah proses pembelajaranlah yang membuat kualitas berpikir kita semakin baik. Sebagaimana sebilah pisau yang sebenarnya tajam, bila tidak digunakan dan diasah maka lambat laun akan tumpul dan berkarat.

Tidak ada orang jenius di dunia ini yang setelah mencapai suatu sukses, kemudian berhenti belajar karena sudah merasa cukup. Mereka terus mempelajari hal-hal baru, keahlian baru, karena ilmu itu bagai samudera tak bertepi. Ada pengalaman nyata di tempat tinggal saya, seorang tokoh agama yang merasa dirinya sudah pandai dan ia sama sekali tidak mau belajar meningkatkan pengetahuan dan wawasannya lagi. Suatu hari ia membaca sebuah sticker dan langsung tersinggung, marah-marah, memaki-maki dan menjelek-jelekkan orang lain tanpa fakta yang benar, kemudian menarik diri dari pergaulan masyarakat, padahal apa yang tertulis di sticker itu benar adanya dan tidak ditujukan untuk dirinya. Hatinya ternyata sudah mengeras, orang jawa bilang “ati wangkot”. Sebabnya ya itu tadi, ia telah menganggap dirinya pandai dan tidak membutuhkan untuk belajar lagi dari universitas kehidupan padahal dunia terus berubah, masalah terus bertambah dan ilmu itu bagaikan samudera tak bertepi. Umur memang terus bertambah tapi belum tentu kearifan atau kebijaksanaannya juga.

Hadits Nabi mengatakan, “Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang lahat”.

Tidak ada yang membatasi kita untuk berhenti belajar. Bagi yang masih sekolah, belajar adalah makanan tiap hari. Bagi yang masih muda, belajar adalah kewajiban untuk bekal di hari tua. Bagi yang sudah tua, terus belajar akan membuatnya semakin arif dan bijaksana. Bagi yang sudah sukses, belajar adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuksesannya.

Tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti belajar, kecuali maut sudah menjemput. Sehebat apapun kita sekarang, masih banyak hal yang belum kita tahu. Teknologi terus berkembang, politik dan ekonomi selalu berubah, ada undang-undang baru, strategi investasi baru, kawasan industri baru, peluang bisnis baru, keahlian baru, penemuan-penemuan baru, dan lain sebagainya hasil dari inovasi yang tiada henti. Perubahan selalu terjadi, kalau kita tidak belajar mengikuti perkembangan jaman, kita akan menjadi seperti seorang kakek yang baru turun gunung dan mendapati dirinya terdampar di negeri yang asing, terkejut dengan pesatnya perubahan yang terjadi. Seperti kata pepatah, “Tidak ada yang kekal di dunia ini. Yang kekal adalah perubahan itu sendiri.”

Jika diibaratkan konteks itu gelas dan isi itu air, sebuah gelas yang kecil bila dituangi air terus-menerus pasti akan meluap. Maka diperlukan gelas yang lebih besar untuk menampung air yang lebih banyak. Konteks adalah kapasitas pikiran kita menyimpan informasi dan isinya adalah ilmu dan pengetahuan yang kita cari. Dengan terus belajar, konteks kita akan meluas. Dengan isi-isi baru yang relevan, kita akan semakin pandai berlari mengejar sukses.

Pikiran kita bekerja sesuai dengan pemahaman tentang apa-apa yang kita tahu. Jika di era informasi yang semakin canggih ini kita tidak tahu apa-apa, maka kesuksesan hanya akan menjadi seperti istana di seberang sungai, yang dapat kita lihat tapi tak dapat kita capai. Dengan belajar, kita membuat perahu yang berlayar menyeberangi sungai menuju istana impian kita atau membangun jembatan yang menyeberangi sungai itu.Hanya orang bodoh yang berhenti belajar…Selamat belajar hal baru yang akan membuat Anda luar biasa!


Tq to; Dody

Tuesday, April 8, 2008

Tips Menjadikan Hari lebih Cerah


Hari yang cerah (boleh dibaca; berkah) bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.

Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.

Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah:

“Mulailah dari malam hari.”

Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Standar yang bagus untuk waktu tidur pada malam hari minimal 4 jam dan maksimal 8 jam. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya, jangan lupa berdoa… mintalah kepadaNya hari yang penuh keberkahan untuk esok yang akan anda lalui…

“Bangun pagi lebih pagi”

Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda. Jangan lupa tunaikan kewajiban (baca; sholat shubuh)….

Ingat pepatah yang mengatakan… early to sleep early to rise makes you healthy, wealthy and wise..

“Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa”

Ketika anda terbangun di waktu pagi tenangkan jiwa jangan terburu melakukan aktivitas. Mengingat kepadaNya (baca; Berdoa) lalu tanyakan pertanyaan ini kepada hati anda;
Yang pertama
Siapa anda?

Yang kedua
Siapa Tuhan Anda?

Semoga pertanyaan diatas bisa mengajak kita untuk memaknai kehidupan ini lebih dalam sehingga kita bisa lebih “aware” hari ini, lalu sampaikan ucapan syukur kepadaNya atas hidup yang masih diberikan kepada kita hari ini. Dan niatkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.

“Segarkan tubuh”

Minum air. Hirup aroma teh atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik.

“Dapatkan sarapan secukupnya”.

Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.

“Sapalah orang-orang yang anda jumpai”.

Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.

“Jangan mengeluh”

Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya.

“Berdoalah”..

Jangan lupa berdoa setiap mau melakukan sesuatu minimal basmalah. Jadi kita siap menerima apapun yang terjadi hari ini, adalah bagian dari takdirnya.

Mari jadikan hari ini lebih cerah dan penuh berkah... baik untuk beraktifitas, sekolah, kuliah, bekerja, berbisnis atau apapaun kegiatan anda

HAVE A BRIGHTER DAY and ALL THE BEST FOR YOU…..!!!

Sepenggal Cerita Dari Olimpiade Fisika

  Sepenggal Cerita dari Olimpiade Fisika

Senada dengan tulisan yang saya posting sebelumnya yang masih berkutat dengan dunia ajar-mengajar serta didik mendidik. Semoga cerita dibawah ini bias memberikan semangat dan rasa bangga sebagai anak Indonesia serta apresiasi yang tulus terhadap profesi guru atas jasa-jasa mereka. Ingat …. Seorang guru yang berkualitas akan meghasilkan output yang berkualitas…….Sebagai anak bangsa Indonesia, ga' rugi deh...baca tulisan di bawah ini............

Tulisan singkat berikut berasal dari Prof Yohanes Surya.
-----------------------

Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses di dunia,
kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.
Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006

Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping paradutabesar dari berbagai negara seperti Filipina, Thailand, dsb. Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia. Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) "kok nggak ada siswa Indonesia". Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari Filipina, Thailand, Kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya "kok nggak ada siswa Indonesia?" Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalami dubes yang siswanya dapat medali perunggu.

Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim...dari Indonesia... Saat itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir "nggak salah nih...". Ketika mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas. Saat itu dubes negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan. Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa Indonesia hebat.

Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan "the champion of the International physics olympiade XXXVII is......."

"Jonathan Pradhana Mailoa".

Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kuduk berdiri, merinding.... Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama... Standing Ovation....Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan.... Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar.....Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika... sangat mengharukan....


Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk erat-erat sambil berkata "wonderful job..." Orang Malaysia menyalami berkata "You did a great job..." Orang Taiwan bilang :"Now is your turn..." Orang filipina:"amazing..." Orang Israel "excellent work..." Orang Portugal:" portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia", Orang Nigeria :"could you come to Nigeria to train our students too?" Orang Australia :"great...." Orang belanda: "you did it!!!" Orang Rusia mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata "great wonderful..." 86 negara mengucapkan selamat... Suasananya sangat mengharukan... saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata...

Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang Prof. dari Belgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reached Europe!
Congratulations to the champions and their coach for these amazing successes! The future looks bright....

Marc Deschamps.


Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan....