Saturday, April 30, 2011
Friday, April 29, 2011
Statement Technique
Tanpa sengaja hari ini ketika saya mencoba searching sebuah barang di sebuah marketplace online gratiss di internet (www.olx.co.id). Ntah kenapa akhirnya mengantarkan saya masuk di sebuah blog menarik milik seorang yang menurut saya pribadi yang cukup luar biasa. seorang pemuda yang begitu bersemangat dalam segala aktifitasnya. selain seorang blogger dia juga ternyata seorang entrepreneur, internet marketer, herbalis, psikolog muda yang pasti dea seorang yang penuh semangat. Di blognya yang saya sempat singgahi disini. Saya sempat senyum-senyum sendiri, soalx saking semangatnya dia menggunakan nama "Ust. Prof. DR. H. Anjrah Ari Susanto, S. Psi., M.Psi" dan itu terpampang besar di header blognya.
Namun saya yakin maksud dia bukan untuk bersombong-ria dengan titlenya yang panjang itu namun, saya rasa dia lebih menempatkan itu sebagai "doa", atau motivasi biar lebih semangat menggapai cita-cita atau impianx merengkuh berbagai title yang secara sengaja dia pasang besar di weblog pribadinya. and anyhow justru itu yang salah satu membuat saya kagum.Soalx tidak banyak loh orang yang punya rasa pede untuk menuliskan cita-citax di "open space" yang tentu saja dilihat dan diperhatikan banyak orang,.. anyway semoga sukses yah mas/bung/pak Anjrah.AS (saya tak tahu harus manggil apa nih) dengan cita-cita serta usahanya.
Monday, April 25, 2011
Gaya pengasuhan anak ala Amerika vs China
Yaiyalah belajar "parenting" kan nggak harus menunggu dulu lepasnya status "single" menjadi "married" baru boleh belajar....iya nggak?
Dalam kacamata saya (saya pria berkacamata loh) dunia anak-anak adalah dunia yang penuh dengan warna-warni, dunia yang ceria serta penuh dengan bumbu canda dan tawa. Namun tidak semua anak-anak bisa merasakanya karena tidak semua orang tua bisa menyajikan itu semua kepada anak-anak yang diamanahkan kepada mereka, dengan berbagai macam alasan maupun keterbatasan.
Dunia anak-anak adalah dunia yang seharusnya penuh dengan kedamaian, ketentraman sehingga anak bisa tumbuh dengan selayaknya, berkembang mengikuti jalanya usia, bergerak mengimbangi perkembangan lingkungan, tuntutan serta peran dalam keluarga. namun sekali lagi tidak semua orang tua mampu menyediakan itu semua. karena itu semua mesti ditunjang oleh berbagai faktor seperti; ekonomi dan pola asuh anak, sebenarnya masih ada hal-hal lain yang berkaitan erat dengan ini semua, namun saya mungkin cuman kan menyentuh dua faktor tersebut dan lebih spesifik lagi di point pola asuh anak.
Namun sekali lagi saya menegaskan tulisan ini bukan mencoba ngejudge atau memperbanding-bandingkan kapabilitas beberapa kawan-kawan saya itu dalam mengasuh dan mendidik anak-anak mereka. Saya hanya pengamat kasta sudra tentang "pola asuh anak", penikmat artikel-artikel parenting yang kebetuan juga senang dengan dunia anak-anak.
Otoriter, disiplin dan kerja keras, demi menggapai sukses di manapun berada adalah ciri orang tua China dalam mendidik anaknya sementara pola asuh gaya orang tua Amerika lebih cenderung permisif dan sangat memperhatikan faktor psikologis anak.
Berbeda lagi dengan pola asuh keluarga di Amerika yang bertumpu pada tiga sumbu yakni permisif, berorientasi kekuasaan namun menuntut kesuksesan. sikap permisif dalam merawat anak menumbuhkan penghargaan atas diri sehingga bisa membentuk rasa percaya diri anak. Anak menjadi lebih berani mencoba hal baru. orangtua juga bisa memposisikan dirinya sebagai pihak yang berkuasa yang patut didengar ketika anak sudah melampaui batas. Bersikap menuntut serta menggantungkan harapan kepada anak untuk memenuhi keinginan orang tua.
Friday, April 8, 2011
Wednesday, April 6, 2011
Thursday, March 31, 2011
Menikah

"ketika seseorang telah menikah, maka dia telah menyempurnakan separuh agama. Maka hendaklah dia bertakwa kepada Alloh dalam separuh yang tersisa"
(HR.Baihaqi)
Pernikahan adalah hukum natural yang telah disyariƔtkan Alloh dijadikan sebagai sarana untuk menyempurnakan agama, menjaga harga diri, terampuni dosa, memelihara kekuatan generasi muda, menjaga fisik, mempererat tali persaudaraan baik antar individu maupun antar suku - bangsa demi memperkuat pilar umat, dan menjunjung tinggi kalimat-Nya.
Ada banyak artikel dan nasehat dari para konsultan perkawinan yang menjelaskan bahwa pernikahan itu adalah penyatuan dua hati, dua jiwa, dua perbedaan yang tidak harus menjadi sama, karena perbedaan itulah yang membuat dua hati dan dua jiwa saling mengisi hari, saling menghargai, saling mengasihi, saling menyayangi hingga perlahan cinta itu tumbuh dan bermekaran dalam kehidupan dua insan yang berbeda itu.
Allah Taala menegakkan sunnah-Nya di alam ini atas dasar berpasang-pasangan. Wa min kulli syai’in khalaqnaa zaujain, dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan (Adz-Dzariyaat: 49). Ada siang ada malam, ada laki ada perempuan. Masing-masing memerankan fungsinya sesuai dengan tujuan utama yang telah Allah rencanakan. Rasulullah SAW. Juga menjelaskan dalam banyak riwayatnya bahwa pernikahan itu bukan sebagai masalah, melainkan sebagai pemecah persoalan. Seperti yang di kandung dalam ayat iyyakunu fuqara yughnihimullahu min fadhlihi wallahu waasi’un aliim.
Anyway buat kawanku yang baru saja melangsungkan pernikahanya di sudut Indonesia sana, dan mungkin sekarang sedang berbulan madu, tulisan singkat dan sepotong kutipan doa Rasulullah di bawah ini, anggaplah sebagai hadiah dari kawanmu yang tidak sempat melihatmu bersanding sebagai raja dan ratu sehari. ..Sukses buatmu dan doakan kami untuk segera bisa menyusulmu untuk menyempurnakan separuh dari agama kami juga
Ya Rabb kami karuniakanlah kami isteri dan keturunan yang sedap dipandang mata, dan jadikanlah kami pemimpin orang yang bertaqwa.
Ya Rabb kami karuniakanlah kami anak-anak yang sholeh dan sholehah.
Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang baik dan cergas.
Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang Engkau Ridha-i.
Ya Rabb kami jadikanlah kami dan keturunan kami orang-orang yang mendirikan shalat dan senantiasa mengingat-Mu.
Kuala Lumpur, 2011
Monday, March 21, 2011
Milikilah HARAPAN
Satu hal lagi Albert Einstein (1879-1955), juga pernah berkata, "Saya tidak lebih pintar; saya hanya bertahan lebih lama mengatasi masalah!"
Jadi Selama masih ada waktu, masih ada harapan; dan teruslah berjuang untuk meraih kesuksesan hidup. Jangan menyerah karena keajaiban akan ada setiap hari buat orang-orang yang masih memelihara harapan2nya dan memperjuangkanya.
so mari kita tetap menjaga HARAPAN dan tetap BERTAHAN demi masa depan yang lebih baik..!
