Pages

Monday, June 27, 2011

Berjanjilah Untuk Membantu


Ada seorang teman bertanya kepada teman dekatnya, "apa sih yang membuat kamu senang membantu orang lain?"

lalu keluarlah dua jawaban dari mulut kawannya itu, pertama, karena Allah senang dengan orang-orang yang suka membantu saudaranya. Allah akan memberikan kemudahan bagi orang yang memudahkan orang lain.
Kedua, saya berjanji kepada seseorang untuk terus berbuat baik membantu orang lain.

"Seseorang ...?" temannya makin bingung.

Baiklah, saya akan perjelas.

Beberapa tahun lalu saya pernah berada dalam kesulitan keuangan. Kuliah saya terancam berantakan karena saya tak mampu mengumpulkan uang kuliah dari sisa-sisa gaji saya yang memang cuman cukup buat bertahan hidup sehari-hari. Saya nyaris putus asa dan berpikir untuk berhenti dan pulang kampung saja. Biarlah impian saya untuk menamatkan perkuliahan tinggal mimpi, pikir saya.

Disaat kebingungan dan putus asa melanda itulah, ada seorang sahabat yang datang menanyakan kabar saya dan juga studi saya. Karena kami biasa berterus terang tentang segala hal, saya katakan kondisi saya baik-baik saja. Tapi kuliah saya yang terancam gagal. Mendengar pengakuan saya, sahabat tersebut kemudian menawarkan bantuan sejumlah uang untuk membayar uang kuliah saya yang tertunggak, .

Tanpa basa-basi, saya langsung menerima tawaran tersebut tanpa berpikir terlebih dulu bagaimana nanti menggantinya.

Di akhir semester empat, saya sempat bertanya kepadanya perihal bantuan yang diberikan kepada saya. Ada yang membuat saya heran dengan jawabannya, "Saya hanya berjanji kepada seseorang untuk senantiasa berbuat baik membantu orang lain"

Kemudian ia memperjelas.

Ia pernah mendapati ibunya yang sakit keras dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Namun tak sepeser pun uang yang ia dan anggota keluarga lainnya miliki saat itu. demi kesembuhan ibunya, ia nekat menghubungi satu persatu orang yang dikenalnya yang mungkin bisa membantu biaya pengobatan. Hingga akhirnya, ada seorang sahabat lamanya yang dengan cuma-cuma membiayai seluruh biaya yang dibutuhkan untuk kesembuhan sang ibu.

Terheran sahabat itu bertanya, "Kenapa kamu mau membantu saya?"

Jawabnya, "Karena saya telah berjanji kepada seseorang untuk senantiasa berbuat baik membantu orang lain"

Menurut cerita sahabat saya, sahabat lamanya itu pernah pula mendapati kesulitan dalam hidupnya. Ia hampir tak tahu kemana lagi meminta bantuan hingga ia bertemu dengan seseorang yang tak dikenal sebelumnya. Setelah berterus terang, orang tak dikenal itu pun memberikan apa yang dibutuhkan sahabat lama itu. kepada orang itu ia bertanya, "Anda sebelumnya tidak mengenal saya, kenapa Anda mau membantu saya?"

Anda sudah bisa menduga jawabnya bukan? Tapi ada pertanyaan kedua dari sahabat lama sahabat saya itu, "Bagaimana saya mengganti kebaikan Anda ini?"

Orang tak dikenal itu menjawab, "Berjanjilah untuk melakukan banyak hal untuk membantu kesulitan orang lain. Itu lebih baik nilainya daripada mengganti apa yang telah saya berikan"

Begitulah seterusnya hingga saya tak pernah tahu siapa yang pertama kali menyulam jaringan amal kebaikan ini. Sungguh, saya tak pernah tahu. Hanya saja yang pasti akan saya lakukan setiap kali memberikan bantuan kepada orang lain, saya akan berkata, "Berjanjilah untuk melakukan kebaikan yang sama terhadap orang lain yang membutuhkan".



Di kutip dari cerita: Mas Gusur F.Verry

Sunday, June 26, 2011

Dan Saya pun Tertembak




Peperangan memang selalu membawa korban, kali ini yang menjadi korban "peperangan" adalah punggungku… lebam-lebam kayak habis di tabok, ini semuanya gara-gara terkena peluru-peluru yang ditembakkan dari air-softgun musuh-musuh saya, waktu main perang paintball game sabtu pagi kmaren.  

Waktu bangun tidur pagi tadi, baru terasa bener sakit-sakitnya badan trus lecet-lecet di siku dan lutut gara-gara kebanyakan tiarap and guling-gulingan di tanah…hahaha… padahal waktu “perang” tidak ada yang terasa sakit…baru sekarang deh baru terasa badan yang pegel-pegel and sakit-sakit..hehehe

Tapi aktivitas main paintball, memang “asyik giler” or really-really fun kata kawan-kawan saya. FYI, paintball game kemaren itu adalah program  luar dari perusahaan tempat saya "nyangkul" ini, inti dari kegiatan ini sebenarnya biar karyawanya tetap sehat and kompak selalu.  

Nah setelah kami saling menjemput dan berkumpul di titik pertemuan yang sudah di tentukan maka berkonvoilah kami untuk berangkat bersama-sama ke medan pertempuran paintball di mudtrekker sungai buloh yang termasuk  wilayah negara bagian Selangor.

Nah paintball game ini semacam permainan perang-perangan, kami masing-masing dibekali senapan airsoftgun yang bisa menembakkan peluru cat dengan kecepatan rata-rata 300 kaki perdetik. kalau terkena selain badan memar yah berlumur cat juga. Setelah    latihan singkat serta menggunakan perlengkapan perang, maka miriplah kami dengan pasukan milisi yang siap perang. Selepas itu maka dilakukan pembagian tim setiap tim terdiri dari 7 orang, saya termasuk dalam tim berbendera kuning yang akan melawan tim berbendera biru. (psst; ini bukan Golkar lawan Demokrat loh...hehehe)

Pertempuranya terbagi dalam beberapa game ...dan kesemua gamenya seru and dahsyat loh.... nah jalan ceritanya akan coba saya ceritakan secara singkat deh, bagaimana tim bendera kuning dan biru saling bertempur... juga beberapa tokoh yang terlibat didalam pertempuran paintball kemaren itu akan saya coba ceritakan. Dan cerita pun bermula............


Pada Game pertempuran pertama:

Tim kami menang menang mutlak, karena kami menang strategy dan kesigapan kawan saling cover-mengcover wilayah dan menghadang serangan tim lawan. Awalnya kawan-kawan agak pesimis mengingat beberapa orang di  lawan kami sudah berpengalaman dalam bermain paintball. Pada game pertama aturanya adalah memasang bendera tim  di tengah-tengah medan pertempuran, lalu mempertahankanya selama 1 menit dari gempuran tim lawan. Tim yang paling duluan bisa memasang bendera lalu mempertahankanya selama 1 menit maka dialah pemenangya.

Game pertama ini sangat.sangat.sangat seru. namun diawal-awal kaawan-kawan kebingungan, mau berbuat apa atau berada diposisi maan. Melihat situasi yang kurang menguntungkan itu, Tim langsung kuambil alih memberikan strategy "Guys we should win this game.. i'll go stright to the flag, i'll try to put it as fast i could. then we protected it, its our strategy,   Zindra you protect my back.  Harman and Chay both of you cover left side, Cecilia and Zeth both of you cover right side..okay!. itulah instruksi singkatku kepada kawan-kawan, yang anehnya. Untunglah mereka tidak ada yang protest padahal dari hirarchy kepangkatan di perusahaan... level saya yang paling terendah..hahaha.. apalagi dibandingkan dengan Cecilia ataupun Zeth, tapi anehnya  2 big boss dari kantor pusat di Stockholm Swedia itupun nurut sama komando karyawan kasta sudranya ini...hahaha

Tapi ternyata startegy sederhana saya inipun sukses besar bahkan wasitpun tidak menyangka bisa menang secepat itu. Begitu tanda pertempuran dimulai... langsung kutembakkan air softgun ku ke arah musuh lalu lari sambil menunduk menuju base pertahanan paling terdekat ke bendera, yang merupakan pusat pertempuran. Tanpa ampun ku tembakkan peluru-peluruku kearah base pertahanan musuh. sebenarnya tactik saya itu hanya untuk mengamankan daerah pertempuran sembari memberikan "shock" theraphy kepada tim lawan sambil menunggu kawan-kawan menmpati posisi yang sudah kuinteruksikan. tak sampai semenit kawan-kawan pun sudah mengcover daerahnya masing. sayap kiri-mapun kanan sudah aktif diposisinya sambil menembaki musuh. lantas, saya memeberikan instruksi sambil berteriak.."cover my back"... lantas aku meloncati base pertahananku lalu berlari ke arah bendera yang berjarak kurang dari 3 meter. dengan cepat kupasang bendera tim kami yang berwarna kuning, lalu meloncat dan berlari kearah satu base defense di daerah pertahanan lawan. 

"protect the flag" instruksiku sambil berteriak kepada kawan-kawan setimku. melihat bendera kuning sudah terpasang kawan-kawanku semakin bersemangat menembaki tim lawan. dari tempat pertahananku 2 orang berhasil kutembak. kawan setimku Harman dan Chye juga masing-masing berhasil menembak 1 orang tim lawan. tapi karena game ini aturanya orang yang tertembak boleh kembali bermain selepeas berundur ke base belakang lalu mencuci cat dari bekas peluru yang melekat. maka begitu mereka kembali serangan lawan semakin dahsyat.

Ternyata walaupun waktu 1 menit telah berlalu, wasit belum juga menamatkan pertempuran. "waah ada yang nggak beres nih"... musuh sudah semakin merengsek maju. mendesak kami. 2 orang juga dari tim saya terkena peluru dan harus balik ke base. kami terdesak, lalu kuambil jalan strategy alternative melihat bendera lawan yang berwarna biru masih tergeletak di tanah, langsung teringat salah satu strategy di buku Sun Tzu "the art of war" langsung ku berlari mengambil dan kubawa balik ke base pertahanan tempat saya berlindung, lalu kusembunyikan dibawah saluran air dan kututupi daun-daun kering...biar mereka bingung nyari-nyari benderanya...in war its all fair!!... Dengan tactic begini mereka tidak akan bisa menang...hidup Sun Tzu...  hehehe.

Ketika pertempuran masih berlanjut dan semakin hebat, saling balas-membalas tembakan, peluru-peluru berisi cat warna-warni berterbangan keberbagai arah. Tiba-tiba wasitnya meniup tanda pertempuran berakhir dengan kemenangan tim kuning. hehehe..we won!.we won!!... Tapi begitu game pertama usai, kawan setim saya lalu bertanya ke pak wasit.."we already protect the flag more than 5 minutes, how have you been?" kata kawan saya lalu pak wasitnya dengan kalem menjawab... "ai tadi pegi tandaslah kejap (saya tadi ke toilet sebentar),.. trus pak wasitnya bilang,gini  "tak pernah ada tim yang bisa memenangi game ini kurang dari 3 menit, so I predict you guys will need longer time, coz' you all said never play before". Hehehe. ternyata kemenangan mutlak kami tidak diprediksi siapapun.

Game Kedua 

Dengan aturan dan tempat yang sama cuman base pertahanan bertukar. Pertandinganpun bermula. Dengan instruksi serta strategy yang sama kami memulai dengan baik. pertempuran berjalan hampir serupa. kemenangan sudah hampir ditangan tim kami. tapi semuanya berubah gara-gara strategy "aneh" dari tim lawan. mereka ternyata mengirimkan pasukan "berani mati".  Dua orang pasukan yang mereka kirim untuk merobohkan bendera memang pasukan nekat. mereka berhasil menurunkan bendera kami lantas memasang bendera biru tim mereka. wlaupun tubuh mereka sudah dihujani tembakan bertubi-tubi dari senapanku, Chye dan harman yang bertugas mempertahankan bendera.. berkali-kali saya berteriak..."go back to your base, I already shoot you"... lalu dengan dingin mereka menjawab "kami pasukan berani mati, so kami guna jimat anti pluru".... sambil nyenggir ...alamakk!! .. ada pulak aturan macam tuh!!.. ungkapku.
Strategy "aneh" mereka pun tidak hanya itu. mereka malah mengumpankan salah seorang kawanya yang kebetulan sudah tertembak untuk tetap berjalan ke arah kami.  Begitu saya menembakanya. iapun protest  kearah saya, lalu berkata "I dah tertembaklah, kenapa you all masih tembak I". Wah salah sasaran ternyata, tapi ternyata itu adalah strategy lawan untk memancing kami mengeluarkan sebahagian tubuh kami .. Dan sayapun tertembak, karena terpancing strategy lawan. Sebuah peluru cat tepat mengenai kepala saya.... 

Dan sayapun harus keluar medan pertempuran untuk balik ke base belakang. Begitu saya keluar, satu-persatu kawan-kawan di tim saya berguguran. mulai dari Faiz, Chye, Harman dan Zeth, semuanya tertembak. dan Tim lawanpun memenangkan game pertempuran yang kedua. kami kalah gara-gara strategy "aneh" tim lawan...hahaha

Game Ke-3


Peraturan game ini agak sedikit berat, karena mengharuskan setiap team merebut bendera yang berada di tengah-tengah medan pertempuran lalu menancapkanya di belakang daerah pertahanan lawan, ini berarti kita harus menghabisi seluruh musuh yang ada. Aturanya disini siapa yang tertembak atau tertawan harus keluar dari medan pertempuran.

Kukumpulkan kawan-kawan setimku untuk briefing mengatur strategy.. Lalu kutanyakan kepada mereka "did you guys have any ideas?.. tapi ternyata mereka masih mempercayai saya untuk mengatur startegy. Melihat hal tersebut, briefing singkat itu langsung kuambil laih. "guys i think we need to use guerillya strategy. do not think about the flag first. We just spread and shoot down as much as we can,  after everything setled down then we go for the flag".. ternyata strategy singkat saya itu ternyata disetujui oleh kawan setim saya.

Maka menyebarlah kami semua. Ketika itu saya mengambil posisi disecond line, bersiap menyusup ke daerah musuh. dengan terlebih dahulu membiarkan kawanku berkonfrontasi dengan garis depan musuh. setelah mereka sibuk baku tembak, baru saya akan menyusup kedaerah lawan, itulah tactic yang ada di kepala saya.

Begitu pak wasit memberikan tanda pertempuran dimulai, langsung saja peluru dari berbagai arah beterbangan,  saling jual-beli tembakan, layaknya pertempuran sesungguhnya,.. dahsyat!! Begitu pertempuran berkecamuk dengan hebat, kutinggalkan medan pertempuran, lalu menyamping siap-siap menyusup melalui sisi kiri medan pertempuran. Tak sampai semenit saya menyusup di daerah pertahanan lawan, saya ternyata ketahuan. Tembakan datang dari 3 penjuru memborbardir saya. kubalas dengan tak kalah semangat. Sambil menembak membalas tembakan lawan yang bertubi-tubi, setelah beberapa menit saling menembak, sayapun berteriak kepada kawan saya yang terdekat."cover me, i'm out of amo", memang peluru saya tinggal sedikit.

Jadi kutinggalkan base pertahanan musuh kembali ke garis pertahananku, sambil berlari, meloncat dan bergulingan menghindari serbuan tembakan musuh. Aku berhasil berlindung di tumpukan kayu besar sembari membalas seadanya, karena peluruku tinggal sedikit.

Lalu kucari satu tabung peluru yang kusembunyikan dibawah tumpukan dedaunan dibawah base defense kami sebelum pertandingan dimulai. tapi ternyata tabung yang berisi 100 biji peluru itu tidak ketemu. Saya memang sengaja menyembunyikan tabung peluru itu, jadi ketika perang berkecamuk dan saya kehabisan peluru saya tinggal ke base itu dan mengisi peluru tanpa harus ke base defense paling belakang untuk mengambil peluru cadangan. Tapi apa nyana ternyata, tabung peluru itu tak berhasil kutemukan. Tegang, saya sudah tak ada peluru dan musuh semakin merangsek maju. Lalu kuputuskan untuk merangkak menghindari tembakan lawan, lalu berlari ke base belakang, untuk minta peluru sama faiz, yg sudah kutugaskan untuk menjadi garis pertahanan terakhir.

Begitu sampai ke base belakang, kulihat faiz sudah duduk tak menembak... "whats wrong?" tanyaku.. "i dah kena tembak bro" jawabnya...hahaha, dia ternyata sudah tertembak duluan, padahal dia berada di base pertahanan paling belakang. Lantas kubilang "peluru saya sudah habis". terus dia memberikan senjatanya. "guna saya punya gun, pelurunya masih penuh"... lantas ku cek ternyata tabung pelurunya masih sangat penuh, mungkin yang berhasil ia tembakkan tak sampai sepuluh sebelum dia tertembak oleh lawan. Lalu kuambil senjatanya dan kembali kemedan pertempuran.

Ternyata pertempuran semakin sengit, saling tembak menembak, namu saya berhasil kembali ke pos yang kutinggalkan tadi, tapi ternyata begitu kembali. kulihat disisi kiri Zeth tiba-tiba tertembak, padahal cuman dia yang memiliki senapan otomatis, kami semuanya hanya kebagian yang senapan standard, lalu disusul Chye yang kehabisan peluru dan menyerah. Tapi tak mau menyerah aku tetap merangsek maju ke daerah musuh secara diam-diam. Tapi tiba2 kembali saya ketahuan dan di hujani peluru dari berbagai arah. Saya membalas sekenanya, namun tembakan lawan semakin gencar, nampaknya semua tembakan lawan mengerah semua kesaya. Saya hanya bisa tiarap sambil berlindung di balik tumpukan kayu. Saya tak bisa membalas saking gencarnya tembakan yang diarahkan kepadaku.

Tiba-tiba dari atas base tempat aku bertahan, terdengar suara lantang "surrender or I shoot", seketika wajahku menengadah, sudah nampak moncong senapan airsoftgun lawan terarah kewajahku. Akhirnya di game ke 3 ini saya berakhir dengan jadi tawanan perang. Lalu aku diarahkan ke pinggir lapangan.  Betul-betul tak enak loh jadi tawanan perang, kalau kawan-kawan tak percaya coba aja sendiri,..hehehe

Pada game ini, di tim kami  tinggal, harman, cecilia and zindra yang bertahan dari gempuran serangan musuh, dan mereka berhasil menahan serangan-serangan lawan sampai bell tanda pertempuran game ketiga ini dibunyikan. Game ke 3 berakhir seri. Lumayan .....kami masih bisa bertahan dari gempuran serangan lawan sampai waktu habis!!

Game ke-4

Nah di game ini pertempuran yang tidak akan kulupakan yang mengajarkan saya arti "sabar" dan "hati-hati" dalam peperangan. pertempuran di Game ke-4 ini ternyata di lakukan di track area yang lain yakni disebuah hutan. Mereka menyebutnya "War at the jungle". Melihat medan, daya tahan phisik yang sudah menurun, serta peraturan yang agak sedikit "kejam", maka baik dari tim lawan maupun tim kami banyak yang tak sanggup melanjutkan pertempuran. masing-masing dari kami hanya bisa diperkuat 3 orang. maka jadilah perang 3 lawan 3 didalam hutan.


Peraturan di game ini adalah no time out atau tidak ada batas waktu, pertempuran hanya berakhir kalau peluru dari semua orang sudah habis,   tak boleh menyerah atau mati. Inilah alasan  banyak dari kawan-kawan yang tidak berani meneruskan pertempuran, juga melihat fisik dari kawan-kawan semuanya sudah pada drop di 3 game sebelumnya. Maka hanya 6 orang dari kami yang berani melanjutkan ke game ini.

Begitu kami diberi waktu untuk briefing merancang strategi sebelum pertempuran dimulai, langsung kutanyakan kepada kawan-kawanku, "Guys how much amo do you have?" dua orang kawanku ada yang menjawab, mereka hanya memiliki sekitar 20 atau 25 butir peluru. "waah.. seems we are less  of amunitions, try to avoid open confrontation,.. shoot and run, or be a sniper. i think the best option we have now". nampaknya kawan-kawanku yang dua orang ini sependapat karena, Melihat persenjataan serta jumlah peluru yang memang  tidak berimbang, memang strategy itulah yang paling tepat.

Begitu tanda pertempuran dimulai,  kuinstruksikan kepada kawanku untuk menyebar. Serangan dari pihak lawan langsung gencar kearah kami, dan  kami hanya membalas sesekali. Tiba-tiba dari arah lawan, saya melihat salah seorang dari jagoan tim lawan mencoba mengambil kesempatan dengan memakai strategi mengendap-endap untuk menyerang kami dari arah belakang.

Lalu kurubah tactic, kuputuskan untuk mencegatnya di laluan yang kira-kira akan dia lalui. dengan cara mengendap-endap serta setengah tiarap kutinggalkan medan pertempuran. lalu masuk kearah hutan dan bersembunyi layaknya sniper menantikan mangsa. Tidak masalah buatku untuk mencari tempat yang strategis untuk mencari tempat persembunyian sambil tiarap untuk melakukan pencegatan. Aku tiarap didalam semak-semak dalam hutan, menanti dengan "sabar" mangsaku untuk lewat. Tak lama kemudian terdengar suara daun, ranting keinjek, lalu disusul dengan sesosok bayangan mengendap-endap sekitar 3 meter arah depan agak kekiri dari arah moncong softgunku. Tiba-tiba andrenalinku meningkat, itu adalah bayangan dari ketua tim lawan,  "rambo" andalan mereka, soalnya dia yang paling berpengalaman main airsoftgun, dia pulalah orang yang berhasil menawanku di game ke-3 tadi.

Menunggu dia tepat ke dalam sasaran tembakku adalah tactikku , agar aku tak perlu mengangkat senapan airsoftgunku, ini agar tak ada suara yang tercipta yang bisa mengundang kecurigaanya, sekali lagi ini ujian "sabar" juga versi medan perang. Saking tegangnya menantikan targetku itu melintas tepat di depanku. masih dalam posisi tiarap diatas tanah berlindungkan semak belukar dan potongan balak kayu pohon karet, saya tetap ber"sabar" menantikan. namun ternyata lawankupun bukan orang yang tergesa-gesa dan kurang perhitungan, begitu tanpa sengaja saya menyentuh dahan dari semak belukar tempatku sembunyi dengan tujuan memperbesar ruang pengamatan, langsung aja berondongan peluru susul menyusul ditembakkan kearahku. Aku sengaja tak membalas, dan tetap bertiarap, sekali lagi ini ujian ber"sabar" versi medan peperangan. Tapi tetap si rambo ini masih juga curiga di masih juga mengarahkan senapanya ke arah tempat persembunyianku.

Saya sadar saya bukan lawanya baik dari segi pengalaman, persenjataan serta jumlah peluru, tapi saya punya keuntungan. Sedari kecil saya sudah terbiasa bermain petak umpet dihutan dekat rumah, belum lagi track record sebagai mantan anggota pramuka dan Pecinta Alam..hehehe, jadi sudah terbiasa dengan situasi hutan-hutan.

Akhirnya saat yang kunantikan dengan sabar ternyata tiba juga, merasa sudah yakin bahwa situasi aman, si rambo tadi  maju meninggalkan  rimbunan pohon itu. Begitu kakinya bergerak selangkah meninggalkan base pertahananya, dia sudah masuk sasaran tembakku, bersih dan tanpa penghalang. Inilah saatnya kataku dalam hati. Doarr.Doarr.Dorrr!! peluru-peluruku melesat tepat kearah si Rambo. saya kurang begitu pasti berapa banyak peluru yang kutembakkan dan yang tepat mengenai si rambo. tapi yang pasti 2 peluru tepat di badan, 2 dileher dan 1 dikepala si Rambo. puass rasanya, memberondongya...hehehe!!... dalam hatiku  serasa berkata "You are good but i'm betterlah bro". hehehe

Namun belum puas rasanya menikmati kemenangan sesaatku itu. Tiba-tiba si rambo langsung membalikkan badanya ke arahku lalu menembakkan secara bertubi-tubi ke arahku. Gawat nih!! situasi berbalik sekarang aku kembali yang di tembaki, untungya semak belukar tenpatku sembunyi masih bisa menahan peluru-peluru cat si rambo. melihat situasi tidak menguntungkanku. saya bangkit dan berundur dengan berlari mencari tempat sembunyi yang baru, dan nampaknya tactic ini cukup berhasil.  untuk sementara saya aman.

Namun dari tempatku bersembunyi terdengar dengan jelas suara-suar tembakan berbunyi sahut-manyahut menandakan ditempat lain  pertempuran semakin seru, lalu kuputuskan juga menyerang musuh tapi dari arah belakang. Saya lalu memutar melewati perkebunan karet tidak produktif itu lalu sekitar 15 meter di belakang base pertahanan musuh aku tiarap.

Karena dengan memutar ke arah belakang base pertahanan musuh, itu mengambil masa yg cukup lama,    Suara-suara tembakan itu telah lama reda tak ada lagi suara pertempuran. sunyi,,!! tenang...!!...tidak ada lagi suara tembakan, comando serta teriakan yang terdengar.....  dalam hati saya mulai berfikir, "sepertinya pertempuran sudah selesai, saya kelamaan sembunyi tadi nih"...... ada perasaan kecewa di hati ini, karena pertempuran sudah selesai tanpa saya.

Dan tanpa "berhati-hati" dan waspada,.. aku langsung keluar dari tempat persembunyianku berjalan ke arah pos pertandingan untuk bergabung dengan 2 orang kawanku yang kulihat sudah berada disitu duluan, dan  dari  tempatku sembunyi memang nampak pos itu sudah ada beberapa orang, cuman tdk bisa kulijhat siapa-siapa saja. Jadi kesimpulanku pertandingan telah selesai. jadi aku keluar dari tempat persembunyianku dan berjalan ke daerah terbuka untuk menuju ke pos tersebut.

Tiba- tiba saja..Duarr.duarr.duarr!!!.. dari berbagai arah saya dihujani tembakan, saat itu yang kuingat dada, bahu serta satu tembakan tepat mengena mataku, tepat meneganiku, seandainya saja saya tidak menggunakan masker pelindung, pasi akibatnya akan fatal bagi mataku. Aku di berondong tembakan jauh lebih hebat dari berondongan tembakan di game-game sebelunya. Aku terjebak karena ketidak "hati-hati"anku.... aku dihujani tembakan dari si rambo.dkk. tanpa berfikir panjang kuberbalik arah dan melompati satu buah drum yang ada disitu lalu berlindung di baliknya. Tapi serangan tidak berhenti, dan karena drum itu tak cukup besar untuk melindungi seluruh badanku, jelas terasa beberapa kali kakiku terkena tembakan.

Lalu kuputuskan untuk  kearah rimbunan pepohonan yang tidak jauh dari situ. fikirku dari situ saya akan bisa membalas tembakan mereka. lalu saya berdiri, berbalik dan berlari, namun sayangnya ketika berbalik itu , disitulah aku merasakn sekitar 4-5 kali peluru itu tepat mengenai punggungku. Namun aku berhasil mencapai pohon kayu tersebut dan mulai bisa membalas tembakan lawan, sampai akhirnya kami semua kehabisan peluru, dan pertempuranpun yang sengit itu selesai dengan sendirinya.

Ternyata kawan se-tim saya sudah pada kehabisan peluru makanya menyerah. dan si rambo.dkk ternyata menggunakan tacticku tadi dengan bersembunyi dan menantikan kemunculanku. dan mereka berhasil menjebakku untuk keluar. Setelah pertempuran selesai, saya baru sadar bahwa orang-orang yang ramai di pos, yang awalnya kufikir tim lawan serta kawan-kawanku ternyata adalah kawan-kawannya pak wasit yang adatang untuk menonton...walllaaahhh!,..gara-gara ketidak hati-hatianku saya sempat jadi sasaran empuk buat peluru-peluru lawan tadi...!!!

Anyhow,..walaupun saya jadi korban di gane terakhir, tapi saya sangat puas, bisa ikut program yang perang-perangan  yang diinisiasi perusahaan kami ini memang oke... bukan cuman saya tapi  kami semua terpuaskan dan nampaknya keakraban dengan kawan-kawan sekantor semakin meningkat.

Walaupun bermain paintball itu berat kawan-kawan, tapi   kereen loh.!!

In the end kami semua sepakat permainan paintball ini akan menjadi agenda rutin kami, untuk berolahraga sekaligus menjalin keakraban kawan-kawan sekantor.  Nah setelah puas bermain tembak-tembakan, melihat kita semua pada butek, keringatan and kotor, kawan-kawan mengusulkan bagaimana kalau selepas ini kita pergi berenang ke air terjun. Semuanya ternyata setuju. maka berkonvoilah kami dengan menggunakan mobil ke permandian di Ulu Yam untuk merasakan segarnya air terjun selepas itu.

Nah waktu berenang di sungai-sunagi kecil di Ulu Yam itu baru saya rasakan, sungguh beruntungnya punya kulit tubuh yang agak kecoklatan dan mengarah ke hitam maniss....hehehe soalnya waktu berenang itu kawan-kawan yang kulitnya putih and mulus-mulus jadi bahan candaan dan gurauan kawan-kawan karena hampir semuanya terkena peluru paintball, dan itu meninggalkan bentuk memar  yang lucu-lucu. FYI, Cuman saya loh yang aman dari bahan candaan ..hehehehe... soalnya memar-memar saya tersamarkan oleh warna kulit saya yg hampir serupa....hahahahahahahaaa!


Memoar After Playing Paintball
Malaysia, June   2011

Budi Hamuddin



Ps: Mungkin ada bagusnya saya memperkenalkan beberapa tokoh-tokoh yang diceritakan di postingan kali ini , khususnya .."The playerfrom my Team"

NAME: Budi Hamuddin... a.k.a.  mr.budz, budistuta..or whateverlah
TB: 172 cm atau setara dengan michael Jordan...hahaha...ngaco..!!!
BB: belum punya, maklum mahal...heheheehe ngaco lagi!!  BB/TT proporsional kok maklum mantan atlet lari karung persiapan 17 Agustusan.

DESCRIPTION: Tokoh utama dalam postingan ini adalah tipe orang yang selalu merasa ganteng kapanpun dan dimanapun, cukup berbakti kepada kedua orangtua, rajin menabung dan hafal pancasila walaupun kadang-kadang agak sedikit narsis..hehee.  cita-cita; pengen jadi orang yang jujur, amanah. fathonah, tabligh,...amin.amin.amin!!.. siapatahu  jadi presiden...hehehe



NAME : Cecilia
TT/BB:  Nggak jelas, soalx maminya nggak ngijinin dia  saya bawa ke puskesmas  di timbang, di ukur tingginya sekalian ..buat diimunisasi.


DESCRIPTION: Bule import asli dari Stocholm, Swedia ini adalah my new boss di kantor. She will replace Sean my old Boss sebagai Overseas Director buat M'sia. Cecilia ini orangnya baik dan suka senyum... lihatkan?, senyumnya manis..anyway Welcome to Malaysia Boss!!




NAME: Zeth Lonnorith
TT/TB: kira-kira 5cm lebih tinggi dari saya. dan 10 kilo lebih ringan dari saya . jadi posturnya bisa di bayanginkan "langsingnya". 


DESCRIPTION: Petinggi dari kantor pusat BESEDO di Stocholm ini, orangnya pendiam tapi efektif dalam bekerja. Simple dan tactics, itu juga yang dia tunjukkan ketika pertempuran tadi. Si Zeth tadi ini yang saya tugasin menyerang dari sisi kiri, dan merupakan salah satu kunci kemenangan tim kami, soalnya dia banyak ngehabisin musuh dengan senapan otomatisnya itu.



NAME: Harman  ..a.k.a ...abang Jantan
TT/TB; mantan model jadi orangnya lumayan macholah

DESCRIPTION: Bang jantan ini adalah Head of IT specialist di kantor kami, orangnya baik, ramah and sering ngajakin Jum'atan bareng. Trus waktu perang tadi dia cover daerah sebelah kanan, bahu membahu dengan si Chye.






NAME: Khar Chye Ong.. a.k.a Chye or Chye GueParah ..hehehe!!
TT/TB: capek mau ngejelasinx, yang pasti posturnya rada mirip dengan bang jantan...  kalau perang mereka layaknya kakak adik, soalx kmana-mana sama2 terus... hehehe

DESCRIPTION: Si Chye ini orangnya so sweet, lembut, peramah dan suka nyapa duluan. tapi kalau sudah dimedan perang paling ganas dalam memuntahkan tembakan. Si Chye ini di kantor kami adalah salah seorang dari head of division, jadi kalau itung-itung kasta dia masih diatas saya...hehehe


NAME: Zindra 
TT/BB: perwakanya rada-rada mirip kakak saya yg tertua deh...hehehe, jadi kalau kenal k' wati kakak saya itu, yah body and tingginya segitu deh.

DESCRIPTION: Ibu muda dari Philipina ini, adalah kawan kantor saya yang paling dekat...hehehe, soalx tempat duduk kami samping-sampingan. Dan nampaknya setelah beberapa bulan ngantor sama-sama dia sudah tahu penyakit saya yg sering lapar-laper..hehehe makanya dia ini sering bawa jatah makananan lebih buat saya ...baikkan kawan saya ini?. hehehehe




NAME: Faiz Mohd. Kamal... a.k.a.... Faiz
TT/BB: segan saya mau ngomong mengenai tinggi atau berat badan kawan saya ini....saya  takut dituntut kasus pelecehan nama baik. hehehe


DESCRIPTION:oom ndut, manis and baik hati ini adalah partner saya, bukan hanya dipertempuran tadi tapi dikantorpun kami setiap hari bahu membahu dalam bekerja. soalnya dialah tandem saya dalam menghabisi segala jenis fraud, spam, virus termasuk konten pornographi di web Indonesia yang menjadi lahan jobdesk kami.. anyway, kalau saya diandaikan "lone ranger" maka dialah "tonto" saya ..hehehhe we are partner!.. cuman sayangnya di setiap game dia yg mati paling duluan...hehe




..................... nah Guys!!!  itulah kawan-kawan se tim saya, namun rasanya biar lengkap, ku postingkan juga beberapa tokoh utama dari pasukan tim lawan yang sempat kusinggung pada postingan kali ini..... dan inilah mereka:




NAME: BANG SYAMSUL

TT/BB:  -


DESCRIPTION:
Inilah dia nih yang jadi salah satu pasukan 'berani mati" lihatkan badanya memar-memar terkena peluru, saking bandelnya nggak mau mati-mati walaupun sudah terkena tembakan berkali-kali...







NAME: Jean ...a.k.a ..Iron Lady
TT/BB:  -

DESCRIPTION: Bule ini emank pantas di sebut "iron lady"... gilaa man..bener-bener berani. Saluut saya... !! si jean ini bener-bener lawan tangguh di medan pertempuran... sampai badanya bonyok-bonyok juga masih nggak mau nyerah.  Jujur aja sebenarnya yg bikin memar-memar dia itu saya...hehehe soalx setiap game pasti kami ketemux di garis depan. saling tembak.. Hehehe.. tapi kmaren sebelum sebelum di balik ke negaranya  saya ngasih dia suvenir yg tak akan dia lupakan ..saya kasih dia "Balsem cap kaki tiga"...   trus saya bilang ke dia "I want you to have this... this the best medicine originally from Indonesia" trus dia bilang kesaya "you are forgiven but not forgotten".... hehehe... anyway, trus kujawab... " i wont forget you also jean... u are the tough one!"



NAME: NoorIda,... a.k.a ....the soft-one
TT/BB:  Bodinya sih mirip compilasi antar cameron diaz and adik saya yg bontot,..rada-rada ndut ..tapi manis.. uppsss!!.moga2 adek saya si nur nggak baca postingan ini,..kalau nggak saya bakalan di embargo..hehehe

DESCRIPTION: Kalu yang ini malah oppositedari si jane,.. pertandingan belum di mulai dia sudah negosiasi dengan tim lawan,.. U all jangan tembak saye yah,.. esok saye bawakan breakfast bagi yg tak tembak saya...hehehe   tapi ida ini sahabat saya yang paling baik di ofis, peramah dan lembut.


Nah si Ida ini jugalah yang di gunakan sebgai umpan di game kedua, yang akhirnya saya jadi ketembak.  hehehe





NAME: Ncik Arman,... a.k.a ....John Rambo
TT/BB:   - 

DESCRIPTION:  Inilah si John Rambo tim biru , orang yang paling bersemangat, juga berpengalaman di permainan paintball kemaren, juga orang yang berhasil menawan saya di game ke 3 dan yang ku sniper di game ke 4...hahaha, sungguh  lawan yang tangguh di medan paintball. 

Tapi kalau keseharian di perusahaan. Ini direct boss saya loh, yang segalanya saya harus laporan ke dia. Nggak cuman di lapangan paintball, dikantorpun Ncik Arman ini orangx gesit, penuh semangat, baik, friendly, penuh kekeluargaan, Saya di kantor malah manggilnya dia abang padahal saya mestinya manggil dia boss loh ...hehehehe. 



Tuesday, June 21, 2011

Teamwork


Tak seorangpun lengkap tanpa team. Kita saling membutuhkan. Anda butuh se-seorang dan seseorang membutuhkan anda. Kita bukanlah pulau-pulau terisolasi. 

Untuk membuat kehidupan berhasil, kita harus saling membantu. Memberi dan menerima. Mengakui dan mengampuni. Dan mengulurkan tangan, merangkul dan mengandalkan. Karena tak seorangpun dari kita ini utuh, mandiri, dapat mencukupkan diri sendiri, super handal, sangat hebat, janganlah kita pura-pura demikian.  

Kehidupan sudah cukup sepi tanpa perlu kita perparah lagi dengan sok jagoan sendirian. Marilah kita saling bekerjasama.

 
Terinspirasi oleh buku "The Finishing Touch" by C.Swindoll

Sunday, June 19, 2011

I LOVE YOU FULL ...Bapak ...!!!


Dear Blogger yang BUDIman


Kali ini izinkan aku untuk bercerita tentang seorang lelaki yang amat sangat berpengaruh di dalam hidupku, mungkin, postingan kali ini terkesan sentimental, namun nampaknya harus tetap kutuliskan. karena aku takut apabila cintaku hanya tercatat sebagai memory indah di sel-sel sempit otakku maka sewaktu-waktu bisa terkikis bahkan hilang seiringnya waktu berjalan. Ini adalah kisah seorang pria yang yang memiliki senyuman yang khas, tampilan sederhana, dengan sikap agak pendiam namun selalu bersahaja. Sosok pria yang mencintai Allah.SWT dan senantiasa mengajak keluarganya untuk mencintai Tuhan sang pemilik alam semesta. Sosok seorang pria yang berpendirian serta berwawasan yang luas tentang agama yang ia yakini. Sosok seorang teknokrat sekaligus pengemban tugas sebagai imam disebuah musholah mungil di pinggiran kota di Makassar sana.


Ya, ini cerita tentang seorang pria, sosok manusia kedua yang menjadi idolaku setelah Rasulullah Muhammad S.A.W. Pria ini adalah manusia biasa yang penuh dengan kesederhanaanya serta keterbatasannya sebagai manusia. Beliaulah yang mengajarkanku betapa berharganya ilmu dan akhlaq dibanding harta atau apapun didunia ini. Beliau yang tak pernah mengajarkan apa itu marah, namun mengajarkan apa itu “maaf” serta mengenalkan apa itu “sabar”… dia adalah Bapakku.. yang kuberi julukan sayang Si Kesatria Bintang Timur.

Temanku, Blog-Reader yang berBudi

Kalau mau jujur, sosok Bapak bagiku bukanlah figur favorit dari sebagian besar waktuku, khususnya saat aku kecil, setidaknya itulah yang ada dibenakku saat aku masih balita, anak-anak, remaja, dan hampir dewasa. Sosok itu sangat jauh dengan sosok ibuku yang seperti malaikat kala itu. Juga beberapa tokoh idola bagiku seperti Pak Habibie, Bung Karno, Pak JK, Sultan Hasanuddin bahkan sampai kelas penyanyi macam Iwan Fals atau Batistuta si pemain sepakbola dari Argentina. Tetapi waktu menunjukkan bagaimana beliau memposisikan dirinya jauh lebih layak dari idola-idola saya yang lain.

Sejam yang lewat saya mencoba menelpon kerumah, seperti yang biasa saya lakukan di akhir pekan semenjak merantau ini, Sekaligus ingin mengucapkan “Selamat Hari Bapak”, yang setiap hari minggu ketiga selalu dirayakan sebagai hari bapak di Malaysia, mungkin juga ditempat lain.

Namun ternyata beliau lagi sakit, namun sekali lagi sakit demam yang ia derita semenjak kemarin karena mengantarkan istri sekaligus ibu dari anak-anaknya dan terkena hujan deras tidak menghalangi ia bertanya seperti biasa tentang keadaanku serta kondisi perkuliahanku disini, sembari memberikan nasehat yang tidak banyak berubah semenjak merantau ini. Dan tahukah kawan-kawan apa 3 hal yang selalu beliau ingatkan, setiap kami tersambung di jaringan telepon? … “jaga shalat malammu, rutinkan pusa sunnahmu dan bersedekahlah kalau ada kelebihan rejekimu”, setiap berbicara dengan beliau pasti menyinggung hal-hal tersebut. Sebenarnya masih banyak hal yang sering ia ingatkan atau nasehatkan, namun nampaknya 3 hal tersebut selalu menjadi barometer spesial bagi beliau buat menilai anaknya yang jauh dari pengawasanya.

Kalau flashback kebelakang, nampaknya, hampir keseluruhan guideline hidupku, aku dapatkan dari tuntunan beliau. Seperti yang aku tuliskan di postinganku yang lalu beliaulah bintang timurku, panduanku serta patokanku dalam mengarungi hidupku yang masih sering gamang ini. Hampir setiap hobinya adalah hobiku juga. Sebagai contoh aku ini termasuk hobi bahkan “gila” membaca, karena berkat beliaulah yang mengajariku mencintai buku. Bapakku sedari kecil, rutin memberikanku buku atau membawaku liburan diakhir pekan ke perpustakaan negara membaca. mengajariku bagaimana menjadi anggota dan meminjam buku disana. Beliaulah yang memperkenalkanku dengan bacaan-bacaan cerita rakyat, legenda, kisah-kisah sejarah nabi serta para-sahabat yang sampai sekarang masih menjadi genre kegemaranku untuk dibaca. Masih kuat di ingatanku kelas satu 1 Mts saya sudah 2 kali tukar kartu keanggotaan Perpusnas saking seringnya minjam buku, juga hadiah buku bersampul tebal dari bapakku ketika masuk MTs adalah buku dengan judul 60 sahabat nabi.

Bapakku memang hobi membaca, saya fikir sebagian besar waktu luangnya adalah membaca, semua jenis bacaan bermutu ia konsumsi, ia pecinta buku sejati, penikmat sekaligus pengagum ilmu pengetahuan.

Bagiku ia sosok inspirator terbesarku selain ibuku dalam menuntut ilmu. Ia memiliki kemampuan “magis” untuk bisa menyemangati aku untuk bisa tetap belajar. Ia selalu punya cara untuk membakar semangat motivasi anak-anaknya untuk bisa belajar khususnya aku dengan cara-cara yang unik. Diantara cara-caranya yang unik ada 2 hal yang sampai sekarang amat sangat berbekas bagi aku sampai sekarang.

Ketika saya masih berumur belasan, baru tamat SD waktu itu kalau nggak salah, selepas lebaran kami sekeluarga pulang kampung kesebuah daerah yg cukup terpencil di sulawesi sana. Ketika itu bapak mengajak berziarah ke makam keluarga sebagaimana yang biasa dilakukan orang. Yang aneh waktu itu kami diajak menerobos hutan belukar agak jauh dari pekuburan umum itu. Lalu kami sampai ke sebuah dataran yang tidak begitu luas namun agak lebih tinggi. Lalu bapak berkata kepada aku dan adikku “ini dulu kawasan kampung lama nak, sebelum orang-orang pada pindah, lihat disebelah sana ada makam-makam tua.. ayo kita kesana” ucapnya... yah kami ngikut saja kemana beliau melangkah... dan tepat dibawah rerimbunan pohon-pohon mangga dan kelapa memang terdapat banyak kuburan-kuburan tua.

Namun yang namapak beda adalah 2 buah makam yang agak lebih besar dan tinggi yang berada tepat ditengah-tengah kawasan makam-makam kuno itu, lalu kamu menuju kesalah satu dari 2 makam tersebut.

Nak coba bacakan al-fatihah buat penghuni makam ini” sambil ia pun berdiri disamping makam kuno itu dan mulai melafalkan bacaan fatihah. Lantas kami berduapun berdiri disamping bapak lalu ikutan membacakan surah tersebut. Selepas itu lalu bapak menyentuh bahu kami, sembari bertanya... Nak, kalian tahu makam siapa ini?. Aku dan adikku kompak menggelengkan kepala menandakan kami tidak tahu. Iya kami berdua memang tidak tahu milik siapa makam itu, soalnya kami belum pernah kesitu sebelumnya.

Melihat kami berdua menggelengkan kepala, bapak langsung menjawab pertanyaanya sendiri. “Namanya Tuan Guru K****a”..sambil menatap kami, lalu bapak melanjutkan perkataanya lagi “beliau seorang yang berpengetahuan agama luas, salah seorang penyebar agama islam dan menjadi guru agama buat orang-orang di kampung didaerah ini dulu”... Lalu nampak mata bapak berkaca-kaca lalu ia melanjutkan lagi kalimatnya yang terputus.."beliau adalah ***** *******”..dan akupun terdiam.

Setelah bapak berhenti dengan cerita-cerita tentang “******” itu, lalu kudatangi bapak dan bertanya...”pak, boleh nggak saya ngebacaain lagi Al-fathihah, tadi saya nggak serius”, bapak cuman tersenyum lalu mengiyakan permintaanku. 
 
Dalam perjalanan pulang dari makam itu bapak berkata yang sampai sekarang masih sering terngiang ditelinga aku...“Nak, orang berilmu dan berpengetahuan agama itu dimuliakan bukan hanya dilangit tapi juga di bumi”. Sembari tersenyum kepada kami. Senyuman khas bapakku yang masih tidak berubah sampai sekarang. 
 
Saya teramat yakin bahwa maksud bapak dengan mengajak kami ke makam kuno itu bukan untuk mengajariku mengkultuskan seorang tokoh, mengkeramatkan kuburan atau mencontohkan perbuatan syirik. Akan tetapi memberikan contoh tentang bagaimana orang berilmu pengetahuan itu diangkat derajatnya juga untuk memperkenalkan kami dengan “akar”  dari mana kami berasal.

Setahun sebelum itu juga, bapak pernah mengajak saya kesebuah tempat yang “unik”, menurut aku ketika itu. Ketika itu mengendarai vespa putih kesayanganya, ia memboncengku kesebuah gedung tua yang kayaknya sudah begitu tak terurus. Lalu kami masuk kedalam sebuah ruangan. Nampaknya di ruangan itu bapak sepertinya menyimpan banyak kenangan. Tapi di ruangan itu walaupun aku bertanya tentang tempat apa itu, bapak cuman tersenyum. Nah diperjalanan pulang kami, kami singgah di sebuah pedagang es kaki lima tak jauh dari tempat itu, sambil bapak memesankan es sirup berwarna merah untukku dan kue songkolo (nasi ketan yang dilumuri kelapa asin) bapak baru bercerita bahwa tempat tadi itu adalah ruang kelasnya waktu kuliahan dulu sambil berkata “suatu saat nanti budi juga kuliah yah nak..!!”.

Setelah agak menjelang dewasa aku baru tahu bahwa tempat itu adalah kampus Unhas lama. Kampus dimana bapakku pernah tercatat sebagai mahasiswa dijurusan teknik mesin. Nampaknya hari itu ia ingin bernostalgia dengan masa lalunya sembari menginspirasi anak lelaki tertuanya.

Dari pamanku yang juga juniornya di teknik mesin, aku banyak mendengar cerita-cerita ketika bapakku kuliah di teknik mesin Unhas. Ternyata perjuangan bapakku untuk meraih gelar insiyur itu tidaklah segampang yang kubayangkan. Ternyata ketika berkuliahan dulu sambil nge-assitensi tugas2 juniornya, bapakku juga membuat sekaligus jualan kue jalangkote, kue tradisional makassar ini bapakku jual dengan menitipkan ke warung-warung orang, tidak hanya itu beliau juga jualan bensin eceran di pinggir jalan bersama adik-adiknya. 

Bapakku memang sosok yang mandiri. Belum lagi ketika itu masa pergolakan di SUL-SEL, jadi kalau ujian mesti masuk hutan karena para dosen rata-rata lagi dihutan bersembunyi. Perjuangan yang luar biasa... Lagi-lagi dari cerita pamanku itu, aku tahu perjuangan bapakku tidaklah sia-sia. Dia berhasil menggondol gelar “ tukang insiyur” kayak si doel anak sekolahan. Dan yang lebih kerenya lagi, yang juga sumber motivasi dan inspirasi buat kami anak-anaknya, ternyata bapakku adalah orang pertama di kabupatenya yang bergelar insinyur. 

Ah,.. nampaknya jikalau harus di tuliskan semua mengenai bapakku, maka aku rasa tidaklah cukup waktu untukku menceritakan semuanya, biarlah ajarannya, motivasinya, inspirasinya, mengalir dalam darahku dan insyaALLAH kelak bisa aku teruskan untuk anak-anakku kelak dan aku hanya berdoa agar Allah memberikan kemuliaan kepada beliau dan mengasihinya sebagaimana beliau mengasihiku. Amin ya Allah.

Bapak
You believed in me and your words were the guiding light in my path to success

Selamat hari Bapak


Kuala Lumpur, 19 June 2011
Anakmu. 

Thursday, June 9, 2011

Merbahaya..!!!


MERBAHAYA..!!!.... Situasi sekarang merbahaya...hehehe.  FYI guys, itu kata lain dari  "berbahaya"  tapi versi bahasa melayu .. hehe, rada-rada miripkan dengan bahasa Indonesia?,.. Cuman buat kita orang indonesia terkesan lucu, kali yee.. . Anyway, guys  postingan kali ini   nggak ada hubunganya loh dengan dunia linguistik atau dunia bahasa,... Penggunaan Kata "merbahaya" disini, cuman menggambarkan kondisi keuangan saya saat ini...hehehe. yang jujur aja dalam kondisi "merbahaya" alias kritis sampai akhir bulan ini.

Tapi kondisi kere se-kere-kerenya krisis keuangan juga bukan hanya kali ini saya alami, sudah sering kok, maklum anak rantau. So don't woryy, I already experinced with this... Sering malah.hehehe

Namun apa yang membuat  kondisi keuangan saya dalam kondisi  kritis kali ini and saking kritisnya bisa-bisa nggak makan sampai akhir bulan. Semuanya gara-gara saya diajakin mas Zaka Abidin, ke suatu tempat yang in the end ngabisin alokasi duit buat jatah makan saya  bulan ini...hehe

....." Thanks yah mas sudah mau ngajakin saya"... ...its awesome!!... 

Penasaran nggak, kenapa malah saya, say "thank you" sama sahabat saya yang satu itu. padahal dia yang telah "menjerumuskan" saya dalam kondisi keuangan yang  kata orang Malaysia "pelik'.

Anyway, saya emang patut berterimakasih, karena dia telah  mengajak saya berkunjung  ke "surga buku". Bersama mas Zaka dan 3 kawan lainya di akhir pekan yang lalu, kami  para "books lover" mengunjungi sebuah event pameran buku yang berjudul "Purple Cane The Mines. Read Malaysia Fair 2011 Promotion" . 

Di event pameran buku tahunan itu kami berlima seperti orang kesurupan dalam membeli buku-buku. Coba kawan-kawan bayangkan diskon yang ditawarkan gila-gilaan mulai dari 10, 20, 70 persen sampai 90 persen juga ada. Melihat buku bermutu dengan harga murah bagi para "book lovers"  seperti kami, siapa yang tidak ngiler.... Maka terbelilah buku-buku yang ada dalam gambar dbawah ini. 

Waktu kami ngangkut buku-buku  ke parkiran tempat mobil kami. Masing-masing dari kami harus 2 kali bolak balik menenteng tas belanjaan yang bergelayut himpit2an di tangan kami, untung parkiranya nggak terlalu jauh dari tempat pameran. Namun itupun  sudah cukup untuk membuat badan and tangan menunjukkan tanda-tanda bakalan encok atau keseleo saking beratnya buku-buku yang mesti dibawa...hehehe.

FYI, Saking banyaknya buku yang kami beli sampai nggak muat loh, di bagasi mobil sedan kami. Sampai-sampai kami harus memangku buku-buku belanjaan kami masing-masing didalam mobil...Its incredible books collection we have now...hohoho.

I Dunno,... Mungkin, kawan-kawan pasti berfikiran saya serakah, kemaruk atau kurang perhitungan, dengan membeli buku-buku sebanyak itu sampai akhirnya membuat saya mengalami kondisi kere-se-kere-kerenya krisis keuangan, seperti yang saya sebutkan di awal postingan ini. Tapi sebelum menjatuhkan vonis kepada saya yang ganteng dan berwajah innocent ini, silahkan kawan-kawan juga melihat belanjaan kawan-kawan saya yang ikut ke event tahunan itu juga, terutama mas Zaka abidin..hehehe.. Semuanya pada ngeborong buku-kayak membeli kacang goreng... Karena kami semuanya setuju dengan pameo ini "kapan lagi ada kesempatan kayak gini".

Tapi ternyata, aksi kami ngeborong buku-buku itu  masih kalah jauh dengan kawan-kawan sesama anak Indonesia para "book lovers"  dari Damansara, Di komandani bung Hamidi sang ketua PPI-Malaysia, mereka ngeborong buku-buku dengan jumlah besar, denger-denger mereka malah sengaja memboking sebuah mobil Van untuk ngangkut belanjaan buku-buku mereka. Bisa dibayangkan kan banyaknya buku yang mereka borong.

Surga buku murah... Mungkin itulah yang ada di otak kami para "book lovers" saat itu. Kawan-kawan boleh bayangkan buku-buku bermutu, seperti buku the Art of War-nya Zun Si, buku-bukunya, Andrie Wongso, Emha Ainun Nadjib, Jamal Azzaini. juga buku biographynya Om Obama dan masih banyak buku-buku yang bermutu lainya, semuanya di banderol di bawah harga RM.5 Ringgit.... Could you imagine?.. bagaimana kami nggak kesurupan dalam membeli buku, buku-buku bermutu dengan harga murah itu.

Bagi para pecinta buku macam kami ini... kami rela nggak makan atau nggak makan di resto yang mahal dalam sebulan yang penting bisa beli buku-buku itu...hahaha. Kalau kita bandingkan harga standard sekali makan di KL yang  bisa   habis 5-6 Ringgitan. harga itu  masih lebih mahal dari harga 1 atau 2 buah buku yang kami borong kemaren. So itung-itung kasarnya kami untung gede malah.. So,  masih mau menuduh saya kemaruk dgn buku-buku....Hehehe...

Anyway, alhamdulillah, berkat ke acara kemaren kami berlima dapat banyak memori yang indah. Selain itu rumah kost kami sekarang seperti klub membaca, waktu jadi produktif.  tak ada lagi waktu yang terbuang percuma, semua sibuk dengan buku bacaannya setelah tugas-tugas telah dilaksanakan. Di waktu pagi sebelum berangkat sambil menikmati "ritual" minum teh pagi, kami pasti ngebaca buku atau ngebahas buku apa aja yg kami baca masing-masing, sampai menjelang tidur, ada aja yang didiskusikan di telaah, atau sekedar membaca sebagai pengantar tidur, kayak yang di gambar itu.hehe.... Btw Guys,  Doakan yah moga-moga budaya membaca buku di rumah kami tetap konsisten.

Diawal kami mau ngeborong buku. Sempat juga sih, ada kawan yang nyeletuk gini, kalau kami ngeborong buku yang banyak "bakalan kebaca nggak semuanya itu"... namun jawaban bijak lagi-lagi keluar dari mulut sahabat saya si mas Zaka. "yah di usahakan aja dulu, kalau emang nggak kebaca semua, anak kita atau cucu kita kelak yang akan ngebacanya" lalu kutimpali dengan   "investasi buku, nggak rugi loh" jawabku mensupport kalimat mas Zaka. Lalu kami kembali seperti orang kesurupan memilih-milah buku bermutu yang murah. 

Dan alhamdulillah sekarang bacaan saya dan kawan-kawan rata-rata sudah masuk ke buku yang ketiga, kecuali pak Aliq yang masih berkutat dengan buku pertamanya yakni buku "resep masakan". ternyata waktu shopping buku kemarin kebanyakan buku yang di beli adalah buku resep masakan. mulai resep masakan berbagai budaya, musim sampai berdasarkan golongan darah kayaknya di borong sama beliau. Anyhow nampaknya beliau juga punya komitmen untuk mempraktekkan setiap resep masakan yang dia beli itu.

So itu berarti selain puasa di perbanyak bulan ini and menjalin silaturahim ketika menjelang makan siang atau dinner ke tempat kawan-kawan, juga menemankan dia menghabiskan masakan yang dia masak bisa menjadi solusi menutupi jatah uang makan saya yang kesedot buat ngebeli buku-buku itu...hehehe... Ayo pak Aliq mari kita praktekkan resep yang berikutnya...!!



Atas nama
Books lover Apt.Taman Bukit Angkasa

KL, Kamis 9 Juni 2010.

Ps;
Thanks to all my friends the books hunter, yg sudah ngenemanin berburu buku hari itu; mas zaka, p'aliq, bung hasir and s.rena
Thanks juga buat Gramedia yang sudah ngasih diskonnya gede2an...hahaha
oiya setelah ditakut2in sama adik saya katanya jangan sampai jadi doa,.. maka kata2 kere-se-kere kerenya dicoret menjadi krisis keuangan...hehe 





Tuesday, June 7, 2011

Karangan Pertamaku..



Selepas shubuh tadi pagi, aktifitas pagi sudah bermula dengan bersih-bersih rumah dan kamar..hahaha maklum jadwal rutin sebagai anak kost yg patuh terhadap peraturan rumah yang sudah jadi kesepakatan bersama..  Anyhow, pas giliran ngatur and ngerapiin barang-barang di kamar, tanpa sengaja saya menemukan tumpukan DVD back-up data-data lama saya.. yang biasanya memang suatu kewajiban kalau kompy atau lepy milik saya di format dgn windows yang baru. Selepas di instal balik biasanya tidak semua file ku copy balik ke kompi atau lepiku lagi.. 

Diantara 3 keping DVD yg kutemukan ditumpukan buku-buku lama, ada satu DVD yang tiba-tiba saya tertarik untuk membukanya mumpung si lepy lagi on dan lagi konsisten mengalunkan lagu-lagu semangat dari group the beatles sebagai pengantar bersih-bersih rumah pagi tadi.

Ternyata ada satu file "bersejarah"....  yang kutemukan didalam DVD berwarna emas itu... .... Ini kumpulan tulisan-tulisan nggak jelasku selama ini... di DVD itupun kutemukan "karanganku" yang pertama... Sebelum karya perdana saya ini, saya nggak pernah loh nulis cerpen, prose atau genre sastra sendiri, kecuali puisi-puisi nggak jelas ketika masih gabung dengan kawan-kawan kreatif di komunitas TALAS semasa S1 dulu. 

Nah DVD temuanku pagi tadi itu merangkum tulisan-tulisan saya semenjak "ketemu" Bu Helvy..dan akhirnya jadi hobi nulis.    

Tulisan pertamaku..hehe... seingat saya sih, memang saya belum pernah nulis-nulis yang kayak gituan sebelumnya, paling nulis yah; tugas, paper atw nulis sms aja..hehehe.  

Nah berkat tulisan pertama itulah yang menjadi salah satu momen yang menginspirasi lahirnya blog "dunia bintang" yang sederhana  ini.... Sebenarnya sih, bukan isi dari karangan dari tulisan awal saya itu,... suerr deh tulisan masih nggak jelas gitu..!! tapi lebih pada proses pembuatan dan juga selepas pembuatan "karangan" pertama saya itu... yang sampai melibatkan orang-orang hebat danakhirnya menjadi titik balik buat saya suka nulis-nulis.. penasaran nggak...??


Ceritanya begini....

Kalau andrea hirata pernah jadi tukang jaga toko foto copy...saya juga pernah loh..hahaha,.. Nah kisahnya bermula dari situ ..


Waktu itu saya lagi nyambi kerja di sebuah kedai fotocopy sekaligus tempat internetan, tentu saja selepas jam perkuliahan.  Trus waktu itu sekitar lepas isya ada kawan cewek yang juga senior saya di UM. Nah dia datang pengen poto copy flyer juga arsip-arsip buat acara esok pagi di IPS-UM. 

Dia ini aktifis mahasiswa Indonesia di Malaysia. Trus saya bantuiin, sambil mengcopy kertas-kertas ..yaah kami cerita-ceritalah.. ternyata program untuk esok itu adalah diskusi penulisan dengan 2 narasumber yang hebat.. narasumbernya nggak tanggung-tanggung  yakni Helvy Tiana Rosa dan Alwi Alatas.

Siapapun pecinta sastra di Indonesia tahu siapa bu Helvy Tiana Rosa beliaulah yang disebut majalah kompas  lokomotif penulis muda di Indonesia. Sebagai ketua umum pertama FLP (forum lingkar pena) bu Helvy ini seorang penulis yang handal. Begitu juga pak Alwi Alatas, sejarawan asal Indonesia ini terkenal produktif menghasilkan buku, (waktu itu pak Alwi belum menjadi ketua FLP Malaysia) nah merekalah yang rencana yang akan berbagi tips serta ilmu penulisan esok pagi.

Nah kata sikawan yang motokopi tadi itu besok peserta diharapkan membawa karyanya masing-masing biar bisa di periksa and diberikan saran-saran penulisan oleh mereka.


BINGO..!! Nah dalam pikiran saya "kapan lagi" ada orang "jago" mau ngajarin saya nulis..gratis lagi!!   

Nah waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 10.00pm, sambil jaga warnet itu, saya mulai mengkonsep cerita pendek yang akan saya bawa dan tunjukkan kepada mereka itu, dengan harapan mereka akan mengkoreksi tulisan serta berbagi tips biar tulisan saya semakin bagus..hehehe... nothing to loose!!... 

Anyway kawan-kawan, seperti yang saya ceritakan diatas saya tidak pernah menulis yang kayak seperti itu. Tapi saya punya modal berharga waktu itu... tahu nggak apa ....??


Modal saya waktu itu adalah.. 

Saya sudah mengkhatamkan Laskar Pelangi dan Edenzor (waktu itu sang pemimpi belum saya baca), ditambah karya-karya KHO PING HOO, seri Bu kek siansu ...hahaha


Berbekal sudah membaca karya-karya Andrea Hirata and Kho Ping Hoo itu, saya mencoba memberanikan diri menulis dengan cara meminjam gaya dan plot penulisan mereka berdua...  memang sih masih jauh dari cara penulisan "masterpiece" karya-karya mereka, namun sebagai penulis pemula cukuplah.... yang penting saya bisa berkarya dengan bantuan "mereka"...hehehe.

Setelah mengkonsep alur cerita juga tokoh-tokoh dalam cerita itu, idenya semuanya kuambil dari persekitaran saya waktu itu, walaupun lebih banyak ngarangnya daripada faktanya...hahaha. Nama- nama tokohnya pun kucomot sana-sini termasuk nama si kawan yang tadi datang buat fotocopi...semuanya kumasukin aja...hahaha jadilah karya pertama saya itu dengan judul "artefak"..nggak marketable yah judulnya??... yah maklumlah newbi di dunia tulis menulis. 

OK, kembali ke proses penulisan karya 'bersejarah" saya itu. Pukul 12.00 malam, waktunya pulang dari warnet tempat saya nyambi kerja itu... tiba dirumah, langsung bersih2 diri, makan and sholat... Lalu menulispun dimulai, jam dinding di kamar kost sudah nunjukin waktu itu  hampir pukul 1.00.am.


Dan proses penulisanpun bermula, mulai dengan menyusun balik ide cerita yang sudah dikonsep, plot, karakter-karakter di konstruksi balik.

Nulis.nulis.nulis eeh!!.. saking semangatnya nulis, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3.30 pagi..hehehe... Namun alhamdulillah akhirnya tulisanya selesai juga walaupun masih versi cakadutnya.... wkwk.

Selepas shubuh, saya bangun lagi ngedit trus nambahin beberapa hal yang masih saya anggap kurang.... trus di print ...selesai deh!..sipp.sipp..sippp siap dikumpulkan!..... .


Selepas itu mandi dan bersiap-siap mengerjakan aktifitas rutin saya disetiap pagi akhir pekan.  Karena acaranya baru di mulai jam 10.00 pagi, Maka kegiatan kelas-kelas privat saya di minggu pagi tidak terusik. 

Awalnya sih saya fikir bakalan agak sedikit lambat datangnya..eeeh ternyata acaranya ternyata juga molor..hehehe syukur saya nggak telat...saya cuman terlepas acara-sambutan2 ...hehehe  Alhamdulillah.3x.(bersyukur karena tidak ikut acara sambutan soalx kan biasanya banyak and panjang2 ...so kadang2 bikin bete..wkwkwk)


Pada acara yang bertempat di auditoriom Institute of Postgraduate Studies (IPS) Univ Malaya. Saat itulah saya pertama kalinya melihat seorang yang begitu bersemangat bercerita tentang dunia tulis-menulis di Indonesia, dialah ibu Helvy Tiana Rosa, founder sekaligus ketua pertama FLP Indonesia. Pada prolog diawal mbak Helvy berbicara beberapa hal tentang dunia kesustraan di Indonesia, sampai  alasan yang melatar belakangi dia bersama beberapa kawan-kawan penulis mendirikan FLP.   

Anyhow, ternyata misi itu selaras dengan tema yang di usung kawan-kawan cikal bakal pengurus FLP Malaysia yang ngebuat acara dan bekerja sama dengan PPI-UM pada hari itu yakni "Mengorbitkan Penulis Bangsa dan Menggali potensi cita". (Pengen tahu yah, kok saya masih ingat temax..hehee tadi saya ngintip webnya PPIUM, ternyata undanganya masih ada disitu setelah 3 tahun) Bahwa penulis-penulis Islam harus bangkit, Karya-karya bermutu harus tampil kedepan. Misi yang luhur... Saya kagum akan semangat bu Helvy.


Selama diskusi tersebut, ada banyak informasi, ilmu, tips dan trik menulis silih berganti dari kedua penulis tersebut. Nggak rugi deh ikut acara tersebut, bermanfaat banget buat siapa saja yang concern di dunia tulis menulis, baik yang niatnya ntar komersil atau yang hanya sekedar menggoreskan pena buat sharing. 


Nah pada saat sesi tanya jawab inilah sebenarnya, awal saya kepikiran mau nulis-nulis juga, waktu itu saya diberi kesempatan bertanya sama moderator..(untung tangan saya cepat ngacung, soalnya banyak saingan..hehe).... Lalu saya bertanya tentang bagaimana sih menjadi penulis yang andal kayak ibu... soalx saya ...bla.bla.bla sembari menceritakan siapa saya, yang merasa nggak berkemampuan buat nulis-nulis.


Jawabanya ternyata diluar dugaan saya... dia menjawab.... "jam terbang"... Lalu diapun memberikan nasehat kayak gini.. "menulislah..menulislah terus.. menulislah tentang apa saja, jangan pernah khawatir tulisanmu jelek atau tidak dibaca orang..menulislah, menulislah  terus sampai saatnya nanti... tulisanmu pasti akan bagus jua...!!... 


Siapapun dia kalau dinasehatin sama orang sekaliber Bu Helvy pasti ada getaran tersendiri kan?.... Nah saudara-saudara, itulah yang terjadi dengan saya ketika itu. 

Ditambah lagi keesokan harinya dapat nasehat dari pak Alwi lewat emailnya sekalian memberikan hasil koreksian "karangan" pertama saya itu. akhirnya semakin menambah keinginan saya untuk bisa menulis juga. 


Namun waktu itu masih bingung juga sih harus nulis apa, dimana dan kapan seharusnya saya nulis-nulisnya. 

Sampai akhirnya semingguan lebih selepas acara itu. Waktu itu kami masih aktif ngumpul-ngumpul di Indonesian Corner IPS-UM,  Salah seorang sahabat baik saya, bilang gini, waktu itu kayanya'dia lagi bete' nungguin kecenganya yang nggak muncul-mucul, trus dia bilang  ..."bud kita buat blog yuk,..!" .... "buat blog Lin?"  jawab saya, setengah bertanya ke sahabat saya  yang namanya MarLINi tersebut..." iya buat asyik-asyik aja" .... "ayo" jawabku akhirnya Dan akhirnya  kami sama-sama ngebuat blog hari itu juga.


Memang "semesta mendukung" memilihkan media blog untuk saya belajar nulis. hehe...  lagi bingung mau pakai media apa... jawabanya ternyata datang dari sikawan itu. Nah bermula lah kisah nulis-nulis saya di Blogspot.com thanks to Ilin dgn "asyik-asyik aja-nya" yang  memulai petualangan saya di dunia perblogan..wkwkwkk,...Penasaran dengan sahabat baik saya yang ngajakin buat blog for the first time, alamat blognya bisa dilihat  disini.


Anyhow setelah "berguru" di forum-forum blogger, ternyata ada 2 hal yang disarankan ketika mau start nge-blog. Yang pertama nyari penyedia blog yang bagus, dan akhirnya pilihan kami mengkerucut menjadi 3 yakni yakni Blogspot.com. wordpress.com dan multiply.com. dan si kawanpun memilih blogspot.com sebagai sarangnya.

Karena  diforum-forum blogger itu saya dapat tahu bahwa setiap blog punya kelebihan dan kekurangan masing-masing maka saya memutuskan mecoba ketiga-tiganya...hahahaha. but anyhow sampai hari ini blog saya yang masih exist adalah yang ini yang mengambil domain di blogspot.com. yang dua lagi masih aktif kok cuman karena satu dan lain hal jarang dikunjungin and cuman jadi "gudang" arsip-arsip tulisan yang nggak terpublish...hehehe


Satu  nasehat lagi yang saya dapat dari "dedengkot" blogger di sebuah forum komunitas blogger yaitu.. "objectives" yang akan menjadi jiwa dari blog kita.. atau tujuan kenapa kita membuat blog itu. menurutnya orientasi tulisan-tulisan kita atau apapun yang kita posting didalamnya akan mengacu kesana. Dengan adanya 'objectives" ini, akan sangat ngebantu "menjaga" blog kita agar berumur panjang serta mampu membedakan jenis "kelamin" blog kita dari blog-blog lainya.  

Akhirnya ku set lah 2 objectives buat blog ku...


Yang pertama adalah sebagai medium yang bisa menasehati saya, agar "jangan nakal" dan tetap semangat dalam pejalanan mengejar cita-cita dan impian. makanya diawal-awal ngeblog  saya banyak memposting tulisan-tulisan "motivasi" yang saya  copy-paste atau sadur dari blog serta motivator-motivasi handal yang saya kagumi. Ini semua agar saya bisa lebih termotivasi dan berdisiplin dalam kehidupan sehari-hari. 


Alasan yang kedua adalah agar blog ini sebagai  medium  "rekam-jejak"  buat orang-orang yang mengenal saya. Blog ini sebenarnya saya ingin dedikasikan buat anak-anak, cucu, cicit saya kelak.hehehe..  Biar mereka ada gambaran siapa "budi hamuddin"...    Makanya di blog saya kuset 1 label berjudul "dear diary" biarlah itu yang merekam rekam jejak saya sebagai mahasiswa di "University of Life"  ... Kan asyik kalau ntar ada anak saya yg bilang kayak gini.." waah  Ayah dulu orangnya kayak gitu yah" atau cucu atau cicit saya bilang kayak gini " dulu kakek gokil juga yah orangnya..hehehe"... tanpa perlu saya  ada disamping mereka.   


Anyway guys,  sebenarnya objectives yang kedua ini sebenarnya terinspirasi kalimat dari dosen saya di UM loh, yang mengatakan "you'll are never exist if you never write". Maksudnya sih beliau mengispirasi mahasiswa2nya agar rajin buat paper trus ikut seminar atau konfrens2.. and anyhow saya malah terinspirasi nulis blog.hehehe. 


Back to Laptop..I meant back to story.... si "Artefak"  ternyata karangan pertamaku, yang judulnya nggak marketable dan isinya nggak karu-karuan itu ternyata menyimpan banyak rentetan kenangan. Last but not least, thanks to bu Helvy Tiana Rosa and Pak Alwi Alatas atas nasehatnya hari tu. Thanks tuk mbak Mar"dina"h atas info and undanganya hari itu (maaf namamu ku cantolkan sebagai karakter dalam karya saya tanpa seizinmu..hehehe)..thanks to bang Ronni, bang Fian  and mas Rudi juga karena menggunakan nama-nama kalian. Tapi kalian nggak bisa menuntut saya loh, soalnya di akhir tulisan saya menuliskan kalimat ini "cerita ini adalah nggak sepenuhnya benar, mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tokoh, karakter ataupun peristiwa serta obsesi didalamnya, apa boleh buat, there is nothing new under the sun"..hehehe




Kuala Lumpur May 2011
yang punya blog ini




Budi hamuddin



ps; Tertarik ngebaca article pertama saya, bisa dibaca disini atau kepingin mendownlodnya bisa di sedot disini. Tapi isi diluar tanggungan penulis yah.... maklum newbi!!